All Posts Tagged: Katarak

Katarak muncul seperti uban

Shalat Malam, Subuh Berjamaah, dan Operasi Katarak Gratis

Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sleman ke-102, Pemkab Sleman menggelar shalat malam dan shalat Subuh berjamaah di Masjid Agung Wahidin Soedirohoesodo. Kegiatan itu pun sekaligus untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah.

Usai melaksanakan shalat subuh berjamaah, jamaah diajak mengikuti jalan sehat dengan rute sekitar tiga kilometer. Hadir Bupati Sleman Sri Purnomo, Wakil Bupati Sri Muslimatun, dan Sekretaris Daerah Sumadi.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Terutama, dalam rangka menyukuri hari jadi Kabupaten Sleman ke-102.

“Melalui rangkaian kegiatan dimulai dari shalat malam hingga jalan sehat tersebut harapannya masyarakat lebih meningkatkan iman untuk rajin shalat subuh berjamaah ke masjid, sekaligus ucapan rasa syukur warga Sleman akan hari jadi ke 102,” kata Sri.

Dalam kesempatan itu, turut dilakukan penyerahan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten SLeman. Bantuan diberikan Kepala Kantor Kemenag Sleman, Sa’ban Nuroni, kepada tujuh warga kurang mampu.

Pada hari yang sama, Pemkab Sleman melalui RSUD Sleman menghelat Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis. Bekerja sama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) DIY dan Sido Muncul kepada 39 pasien.

Kabid Pelayanan Medis RSUD Sleman, Ike Senja Rahmadiyani menjelaskan, baksos dilaksanakan selama dua hari yaitu 5-6 Mei 2018. Hari pertama, dilakukan screening kepada 119 pasien, dan dari situ didapatkan 39 pasien untuk menjalani operasi.

“Dalam baksos operasi katarak ini kami mengerahkan 10 dokter spesialis mata dari RSUD Sleman dan Perdami,” ujar Ike.

Ketua Perdami DIY, Suhardjo menjelaskan, penderita katarak suatu daerah tiap tahunnya mengalami pertumbuhan rata-rata 0,1 persen dari total penduduknya. Penyakit itu sendiri memiliki beberapa faktor pemicu.

Mayoritas, lanjut Suhardjo, memang dikarenakan faktor usia. Namun, ia mengingatkan, ada pula faktor-faktor seperti diabetes, rokok, infeksi rubela dan kontak fisik kepada mata yang dapat pula mempercepat proses katarak.

“Tapi, katarak dapat diantisipasi dengan pola hidup sehat dan cukup gizi seperti protein dan vitamin serta menghindari rokok,” kata Suhardjo.

Sumber: republika

Read More

Kuwait Bantu Operasi 600 Pasien Katarak

Pemerintah Kuwait memberikan bantuan operasi katarak bagi 600 pasien. Dari jumlah pasien tersebut, baru sebanyak 250 pasien yang sudah melaksanakan operasi katarak. Dipastikan, bantuan itu akan terus berlanjut demi membantu Indonesia mengatasi kebutaan.

Hal tersebut disampaikan Chairman Maryam Foundation yang juga merupakan adik Raja Kuwait Seikha Maryam saat membuka acara bakti sosial operasi katarak di Bandung Eye Center (BEC) di Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Jumat 4 Mei 2018.

Hadir pada kesempatan tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Kuwait Tatang Budie Utama Razak, Direktur Yayasan Baitul Al Khairiyah Nadya Abu Sodieq Bawazier, dan Direktur BEC Budiman.

Menurut Seikha Maryam, Indonesia merupakan negara yang ramah dan berakhlak. Namun, Indonesia juga masyarakatnya banyak yang memgalami kebutaan untuk itu pemerintah Kuwait memberikan bantuam operasi agar masyarakat Indonesia dapat melihat dengan baik.

Teringgi

Direktur BEC Budiman, dalam sambutannya mengatakan, angka kebutaan di Indonesia tertinggi kedua di dunia setelah Ethiopia. Sebanyak 285 juta orang di dunia mengalami gangguan penglihatan.

Sebanyak 39 juta mengalami kebutaan (blind) dan sebanyak 246 juta mempunyai penglihatan lemah (low vision). Sekitar 90% dari penderita itu tinggal di Indonesia.

Bantuan operasi katarak yang disampaikan pemerintah Kuwait melalui Maryam Foundation kepada Indonesia sungguh sangat membantu.

Saat ini, kata dia, jumlah provinsi di Indonesia ada 34 dengan jumlah penduduk terbanyak 57% tinggal di pulau Jawa dan sebanyak 20% dari jumlah tersebut terdapat di Jawa Barat.

“Dengan adanya program bakti sosial operasi katarak ini, sangat membantu program akselerasi penanggulangan kebutaan karena katarak,” katanya.

Direktur Yayasan Baitul Al Khairiyah, Nadya Abu Sodieq Bawazier mengatakan, bakti sosial operasi katarak itu merupakan yang keempat kalinya. Sebelumnya, pemerintah Kuwait juga memberikan 2.000 Alquran Braille dan bantuan lain ke Pondok Pesantren Taklim Quran Serang, Banten.

Pada kesempatan itu, Sheikha Maryam menyampaikan ucapan terima kasuh atas terselenggaranya acara bakti sosial operasi katarak. Termasuk, disampaikan kepada Manajer Marcomm PR Herman Yamashitta. Usai pelaksanaan acara, pasien katarak langsung ditangani pemeriksaan untuk persiapan operasi.

 

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2018/05/05/pemerintah-kuwait-bantu-operasi-600-pasien-katarak-423860

Read More
Skrining Katarak Faktor Terbesar Karena Usia

Ingin Mencegah Katarak? Konsumsi Makanan Ini

Artikel seputar katarak mampu menyita perhatian pembaca. Selain penyakit yang serius, katarak bisa membuat penglihatan Anda menjadi kabur dan sulit mengenali warna. Untuk mencegahnya, Anda bisa mengonsumsi beberapa makanan berikut ini.

Lantas, bagaimana mencegahnya? Dilansir Step to Health, Jumat (26/1/2018), penyakit katarak bisa dicegah dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan. Makanan apa sajakah itu? Berikut ulasannya.

1. Jeruk

Tak hanya segar, buah ini punya manfaat baik bagi penglihatan. Kandungan vitamin C dan beta karoten dalam buah jeruk berfungsi sebagai antioksidan yang berperan dalam membantu melindungi sel dari efek stres oksidatif.

Hal itulah yang dapat mengoptimalkan proses regenerasi jaringan, terutama jaringan mata. Buah jeruk pun dipercaya dapat membantu mengurangi agresi yang disebabkan oleh sinar matahari dan racun.

2. Bayam

Terkenal sebagai sayuran yang dapat memberikan energi, bayam juga memiliki komponen aktioksidan dan antiinflamasi yang dapat melindungi kesehatan mata Anda.

Bayam juga mengandung asam folat, vitamin A dan seng, yang dapat memperkuat penglihatan sekaligus menghindari dari radikal bebas. Bayam menjadi salah satu sayuran yang dapat mencegah penyakit katarak.

 

3. Minyak Zaitun 

Minyak yang terkenal berasal dari timur tengah ini dipercaya dapat membantu menjaga organ penglihatan. Kandungan asam lemak esensial dan antioksidan dalam minyak ini dapat melindungi penglihatan sekaligus mencegah degenerasi lensa dan retina Anda.

Tak hanya itu, minyak zaitun juga dapat mengendalikan kolesterol.

4. Tepung Gandum

Bahan makanan ini mengandung banyak asam amino esensial dan vitamin E. Nutrisi yang terkandung dalam tepung gandum dipercaya dapat mengurangi degenerasi membran okular.

Selain itu, tepung gandum juga dapat mengurangi hilangnya protein pada lensa, sekaligus dapat menghentikan efek negatif dari racun dan sinar matahari.

5. Ikan Air Dingin

Ikan laut yang tinggal di perairan dingin umumnya memiliki asam lemak omega 3. Nutrisi ini berperan penting dalam melindungi mata Anda dari penyakit degenaratif dan penuaan dini pada sel.

Asam lemak omega 3 juga berperan dalam meningkatkan aliran darah, mengontrol kolestrol, dan mengurangi peradangan yang dapat mengganggu kesehatan penglihatan. Ikan laut yang dimaksud adalah tuna, sarden, salmon, dan teri.

6. Telur

Tak hanya lezat, telur ternyata mengandung lutein dan zeaxanthin. Kedua nutrisi tersebut dipercaya dapat melindungi mata terhadap degenerasi yang terjadi pada penuaan sel.

7. Teh hijau

Minuman ini memang dikenal punya banyak manfaat bagi tubuh. Teh hijau mengandung antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit mata, terutama yang disebabkan oleh radikal bebas.

Dengan minum teh hijau secara rutin, Anda dapat mengurangi dekomposisi dan kerusakan lensa.

 

Demikian tulisan “Ingin Mencegah Katarak? Konsumsi Makanan Ini”, semoga bermanfaat

sumber: Liputan6

Read More
basic phaco workshop

KMU Upgrading Dokter Spesialis Mata Seluruh Indonesia

Tingginya angka penderita katarak di Indonesia, akibat minimnya dokter mata yang memiliki spisialis katarak. Karenanya Klinik Mata Utama (KMU) yang memiliki pusat di Gresik ini memulai mengajak para kolega dokter spesialis mata untuk upgrading kemampuannya melalui tehnik basic phaco workshop (BPW).

“Kami sharing teknik vecho dan klinik mata utama ini salah satu pusat training yang diakui secara nasional,” kata direktur Klinik Mata Utama dr Uyik Unari, Minggu (21/1/2018) di Surabaya.

Dia mengatakan, peserta pelatihan itu terdiri dari dokter spesialis mata di seluruh Indonesia. Para peserta akan diberi pelatihan tentang skaill untuk operasi Pacho dan praktek secara langsung.

“Workshop dua hari ini kupas tuntas dan saya ingin benar benar menstransfer secara penuh. Pesertanya dari Aceh sampai Tenggarong dan kami ingin mereka nanti bisa mempraktekkan di lapangan,” tambahnya.

Menurut Uyik, selain menggelar pelatihan, Klinik Mata Utama juga melakukan misi sosial diantaranya dengan mengadakan bakti sosial untuk pengobatan mata gratis. Terutama untuk operasi katarak.

“Hingga saat ini kami sudah menangani sekitar 5 ribu pasien secara gratis. Dan kedepan kita juga ingin mendirikan klinik dan bekerjasama dengan rumah sakit di Indonesia,” tandasnya.

Teknik operasi dengan teknologi pacho diklaim mempunyai beberapa kelebihan. Diantaranya adalah proses sembuhnya lebih cepat dan pasien tidak harus dioperasi satelah katarak proses matang.

“Kelebihan ini tidak harus katarak ini matang, tetapi bisa diambil ketika ada gejala. Karena tidak ada pembuluh darah jadi penyembuhannya cepat. Adapun waktu yang dibutuhkan sebelumnya 1 jam kini hanya 10 menit,” tambahnya.

Uyik menyarankan agar mereka yang berusia lanjut tidak banyak terpapar sinar matahari karena berpeluang besar terjangkit katarak. “Kalau usia lebih lanjut maka jika keluar harus memakai kacamata agar tidak terpapar matahari. Rata-rata penderita katarak usia 50 keatas, tapi jika ada penyakit komplikasi seperti diabetes bisa terkena lebih dini,” pungkasnya.

Beberapa gejala katarak kata Uyik, beberapa gejala yang 8dialami penderita katarak adalah merasakan pandangannya seperti kabut. Disamping itu mereka sering berganti lensa kacamata. “Kalau gak dioperasi maka tekanan bola mata tinggi dan syarafnya rusak dan tidak bisa sembuh. Syaraf seperti listrik kalau putus walaupun bolam diambil tidak akan bisa nyala,” pungkasnya.

 

Sumber: duta.co/kupas-tuntas-katarak-kmu-upgrading-dokter-spesialis-mata-seluruh-indonesia/

Read More
Katarak muncul seperti uban

Katarak muncul seperti uban

Seiring bertambahnya usia seseorang maka semakin berisiko mengalami katarak, satu gangguan mata yang oleh para ahli kemunculannya disebut seperti uban.

“Katarak sepasti uban Anda. Semua orang pasti terkena, cepat atau lambat. Penyebab utam salah satunya usia,” ujar spesialis mata dari JEC @Cinere, Dr. Zeiras Eka Djamal, SpM di Depok, Kamis.

Katarak terjadi bila lensa mata berubah menjadi keruh. Sejumlah gejala yang bisa menjadi pertanda katarak yakni penglihatan menurun, lebih merasa silau terhadap cahaya dan ukuran kacamata yang kerapkali berubah.

“Selain usia, penyakit diabetes, obat-obatan steroid juga bisa menjadi penyebabnya,” kata Zeiras.

Walau memang banyak diderita mereka yang berusia lanjut, tak berarti anak-anak terbebas dari gangguan mata ini. Infeksi selama kehamilan bisa menjadi penyebabnya.

“Pada anak biasanya penyebabnya infeksi virus Rubella. Pada anak-anak perkembangan saraf membutuhkan stimulasi. Kalau ada katarak, saraf tidak akan berkembang,” kata Zeiras.

 

Sejumlah upaya seperti pemeriksaan mata berkala, mengonsumsi makanan sehat dan seimbang dan berolahraga rutin menjadi anjuran ahli kesehatan demi bisa membantu memperlambat munculnya katarak.

Namun, bila sudah terlanjur muncul, Zeiras menyarankan penderita menjalani operasi untuk membantu memulihkan penglihatannya.

“Operasi peluangnya 98-99 persen, dengan teknologi sekarang. Kalau derajat kataraknya berat dokter menyarankan pasien menjalani operasi,” kata Zeiras.

 

Sumber: Antara.com

Read More
operasi katarak kelopak mata

Kodam Tanjungpura Lakukan Operasi Katarak

Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura bekerja sama dengan Kemenkes dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menggelar Bhakti Sosial berupa Operasi Katarak. Bhakti sosial yang dilaksanakan di Rumah Sakit TK II Kartika Husada, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, digelar dalam rangka Hari Juang Kartika yang jatuh pada 15 Desember mendatang.

Bhakti sosial operasi katarak secara gratis yang dilakukan mulai 12 hingga 14 Desember 2017. ” Operasi katarak ini untuk membantu masyarakat umum, khususnya bagi yang kurang mampu dan mengalami gangguan penglihatan akibat katarak,” kata Kepala Penerangan Daerah Militer(Kapendam) XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti SSos  dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu(13/12).

Untuk kegiatan operasi katarakgratis di wilayah Kubu Raya, Pontianak, Mempawah, dan Singkawang, operasi dilakukan di Rumah Sakit Kartika Husada. Karena, Kodam XII/Tanjungpura membawahi dua Provinsi yaitu Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kedua provinsi itu melaksanakan kegiatan yang sama baik yang di Korem 121/Alambhana Wanawwai maupun di Korem102/Panju Panjung,” kata Tri.

Selain operasi katarak Kodam XII/Tanjungpura melaksanakan kegiatan yang lainnya yaitu donor darah, khitanan massal, pengobatan massal, santunan warakawuri atau pensiunan pejuang. ” Juga ada karya bakti, di antaranya melakukan pembersihan lingkungan satuan, tempat ibadah, bedah rumah dan penghijauan, serta pemberian sembako,” ujar Tri.

Pendaftar kegiatan ini sudah mencapai ratusan orang. Namun, yang sudah siap operasi hingga berita ini diturunkan sebanyak 34 orang dan sudah melaksanakan proses screening ulang. “Pasien akan bertambah, kan masih banyak yang dalam proses screening. Kita berdoa bersama agar prosesdari awal hingga akhir selalu ada pada lindungan-Nya,” katanya.

Read More
Cekmata.com, Aplikasi Pendeteksi Katarak, Tujuan Sosial Bonus Juara

Aplikasi Pendeteksi Katarak, Tujuan Sosial Bonus Juara

Dengan bangga, mereka menunjukkan aplikasi cekmata.com saat berkunjung di redaksi Jawa Pos Rabu (13/12). Sambil memberikan penjelasan, Caesar Lagaliggo Givani dan Ivan Sinarso mempraktikkan cara kerja aplikasi yang dapat digunakan siapa pun secara cuma-cuma itu.

Caesar lantas membuka cekmata.com pada handphone-nya. Kali ini Ivan menjadi objek yang matanya diperiksa. ”Caranya mudah,” ungkap Caesar.

Setelah berhasil masuk ke aplikasi, sistem secara otomatis langsung terhubung dengan kamera. Itu untuk memotret mata pasien. Pria 25 tahun tersebut memosisikan kamera ke mata kanan Ivan. ”Yang difoto hanya mata. Ada pengarahnya agar posisinya dapat sesuai,” jelas Caesar.

Jepret. Satu kali hasil foto mata itu selanjutnya langsung dianalisis oleh sistem dalam aplikasi. Penggunanya cukup menunggu beberapa detik. Setelah itu, muncul laporan analisis kondisi mata. Pasien menderita katarak atau tidak. ”Ivan matanya sehat. Jadi, muncul tulisan pasien tidak menderita katarak,” kata Caesar. Demikian juga sebaliknya. Kalau mata pasien sakit, pasti muncul laporan adanya katarak.

Diagnosis katarak atau tidak itu merupakan hasil kerja artificial intelligence (kecerdasan buatan) yang digunakan pada cekmata.com. Tentu tidak mudah untuk menghasilkan analisis seperti yang dilakukan manusia. Butuh data sebanyak-banyaknya untuk dimasukkan terlebih dulu dalam sistem. Itu akan membantu sistem agar bisa makin akurat dalam menganalisis pasien katarak.

Semakin banyak data yang dimasukkan, analisis aplikasi kian akurat. ”Kalau sekarang, tingkat akurasi sistem kami mencapai 80 persen,” jelasnya.

Capaian itu diperoleh Caesar dkk setelah memasukkan data kondisi mata ribuan orang. ”Masih kurang banyak sampai benar-benar 100 persen,” sahut Ivan.

Sebelumnya mereka menggunakan cekmata.com untuk memeriksa penderita katarak dari berbagai kota di Jawa Timur. Selain Surabaya, mereka berkeliling ke Kediri, Lumajang, Mojokerto, dan Malang. Riset itu dilakukan sejak September. Kebetulan Caesar adalah dokter di RSUD dr Soetomo. Dia saat ini sedang menjalani program profesi dokter spesialis (PPDS). Karena itu, dia dapat melakukan kerja sama dengan beberapa rumah sakit daerah dan dokter-dokter di sana untuk mengembangkan aplikasi ciptaannya.

Sampai saat ini pun, mereka masih rutin keliling ke rumah sakit maupun puskesmas untuk memeriksa katarak dengan aplikasi. Sedangkan Ivan adalah mahasiswa International Business Management (IBM) di Universitas Ciputra. Dengan begitu, dia bertugas mengatur pemasarannya.

Satu lagi, Sylvester Albert Samadhi, adalah dosen teknologi informasi (TI) di Universitas Ciputra. Pria lulusan Nanyang Technological University (NTU), Singapura, itu mengambil alih utak-atik sistem dalam aplikasi. ”Kami kenal dan dekat sejak SMA. Tidak menyangka juga bisa melengkapi satu sama lain dengan misi yang sama,” ungkap Caesar.

Alumnus Fakultas Kedokteran Unair itu lantas menceritakan pengalaman mereka saat melakukan riset. Salah satunya di Kediri. Saat itu mereka mengikuti program bakti sosial pemeriksaan katarak secara gratis. Dari 230 orang yang diperiksa, 180 orang terdeteksi memiliki katarak. ”Seram banget, ya. Sayang sekali kalau dibiarkan saja,” jelas pria kelahiran Samarinda, 25 Maret 1992, itu.

Ada pasien yang percaya, ada pula yang awalnya sempat ragu dengan hasil laporan pada aplikasi. Ternyata, saat dirujuk ke dokter, pasien itu memang menderita katarak. ”Tidak masalah. Ini menjadi bagian membangun kualitas aplikasi kami,” ujar Caesar.

Menurut Caesar, katarak dapat disembuhkan kalau sudah diketahui sejak dini. Sebaliknya, apabila dibiarkan saja, katarak dapat mengakibatkan kebutaan. Karena itulah, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata sangat penting.

”Sayangnya, banyak yang tidak peduli. Datang-datang ke dokter, sudah parah,” terang Caesar. Terlebih lagi, gangguan pada lensa mata itu tidak menyebabkan rasa sakit. Itulah yang menjadi alasan pasien sering mengabaikan.

Dengan aplikasi yang dapat digunakan siapa pun dan di mana saja itu, tiga sahabat alumnus SMAK St Louis 1 tersebut berharap karya mereka bisa membantu mengurangi jumlah pasien katarak di mana saja. Terlebih di Indonesia. ”Ayo peduli dengan katarak. Jangan diabaikan,” tegas Ivan. Aplikasi itu dapat digunakan sebagai pengantar untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Sejatinya, mereka menciptakan platform online itu untuk tujuan sosial. Tidak ada embel-embel mencari keuntungan. Namun, tanpa disangka, cekmata.com mendapatkan juara pertama kategori e-health tingkat nasional dalam kompetisi start-up.

Ajang tersebut diselenggarakan Telkomsel pada November. Mereka pun berhasil mendapat total hadiah Rp 7 miliar. ”Hadiahnya berupa uang tunai dan pelatihan,” kata pria kelahiran Mataram, 28 Desember 1996, tersebut. Awal tahun depan mereka juga mengikuti pelatihan terkait aplikasi di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Penghargaan tersebut merupakan salah satu bonus yang dirasakan dari hasil kerja keras mereka. Meski begitu, mereka tidak mau terlena. Mereka tetap pada prinsip awal. Pembuatan aplikasi itu tidak sekadar untuk kompetisi. Tapi, membantu para penderita katarak.

Saat ini mereka terus berupaya mengembangkan cekmata.com. Selain menambah data secara terus-menerus sampai akurasi 100 persen, kualitas pun ditingkatkan. Salah satunya dengan analisis katarak secara lebih detail lagi. Bukan sekadar diketahui katarak atau tidak, nanti pengguna dapat mengetahui tingkat keparahannya.

Selain itu, mereka ingin mengembangkan aplikasi dalam bentuk offline. Dengan begitu, siapa pun dapat menggunakannya tanpa butuh jaringan internet. Itu, menurut Ivan, sangat membantu masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

Pasien juga nanti dapat terhubung langsung dengan dokter. Karena itu, saat ini mereka berupaya menjalin kerja sama dengan para dokter untuk ikut dalam aplikasi. ”Jadi, nanti pasien dapat rujukan ke mana dokter yang sesuai,” ungkap Ivan.

Read More
Berbagai Informasi Mengenai Katarak

Kerajaan Kuwait Bantu Operasi Katarak 600 Warga Bandung

Kerajaan Kuwait, melaluiYayasan Baitul Al Khairiyah yang bergerak dalam bidang kepedulian sosial menggelar operasi katarak gratis untuk masyarakat miskin di Kota Bandung dan daerah Jabar lainnya.

Menurut Direktur Utama Yayasan Baitul Al-Khairiyah, Nadya Abdu Sodiq Bawazier, targetnya ia bisa mengoperasi mata masyarakat miskin yang menderita katarak sebanyak-banyaknya. Tahap awal, sekitar 600 masyarakat miskin. Namun, ia masih terus mencari dan mendata masyarakat miskin yang memang harus dibantu.

“Tapi, ini yang kami operasi baru sekitar 150 orang,” ujar Nadia di sela-sela operasi katarak gratis di Bandung Eye Center Buah Batu Bandung, Rabu (22/11).

Menurut Nadia, Kuwait memberikan bantuan untuk masyarakat miskin yang terkena katarak karena berdasarkan Survey cepat kebutaan (Rapid Assesment of Avoidable Blindness/RAAB) yang dilaksanakan di Jawa Barat pada 2014 diperkirakan terdapat 2,8 persen penduduk di atas usia 50 tahun mengalami kebutaan.

Nadia mengatakan, berdasarkan data kependudukan Jabar pada 2015, jumlah penduduk penderita kebutaan mencapai sekitar 182.486 jiwa. Katarak, merupakan penyebab terbesar dari kasus kebutaan yang terjadi atau mencapai 71 persen dari penyebab lain seperti glaucoma dan gangguan kacamata.

Khusus Kota Bandung, kata dia, diperkirakan penderita kebutaan mencapai 11.690 jiwa, dengan sekitar 8.300 disebabkan oleh katarak. “Sebagian besar dari penderita katarak adalah kaum dhuafa alias tidak mampu,” katanya.

Hal ini, kata dia, menjadi masalah, karena secara tidak langsung, mereka menjadi beban bagi keluarga. Karena, mata pencahariannya bisa menghilang. Karena, harus menemani penderita di rumah sehingga potensi sumber penghasilan keluarga berkurang.

“Kali ini kami menggandeng Kuwait AWQAF Public Foundation dan RFO Al Mayyas Kuwait untuk mengadakan operasi katarak gratis ini,” kata Nadia.

Dengan bersinerginya pemerintah kota Bandung dan kerajaan Kuwait, Nadya berharap upaya ini turut mendukung Badan Kesehatan Dunia, WHO, yang telah mencanangkan program Vision 2020 sebagai usaha untuk menanggulangi kebutaan yang bisa dicegah.

Sebelum dilakukan operasi, kata dia, para relawan mendata pasien yang diindikasikan terkena katarak terlebih dahulu. Setelah itu Tim Dokter Bandung Eye Center (BEC) melakukan penapisan (skrinning) untuk mendapatkan pasien penderita katarak yang memenuhi kelayakan operasi.

Pendataan dan proses skrinning ini, kata dia, bekerja sama dengan kecamatan di Kota Bandung. Pendataan pasien penderita katarak telah dilakukan sejak bulan September 2017 meliputi beberapa kecamatan di antaranya Arcamanik, Ujungberung,Rancasari, Cibeunying Kidul, Andri, Astana Anyar, Bojongloa Kidul, Babakan Ciparay, Bandung Kulon, Bojongloa Kaler, Kiaracondong, Buahbatu, serta satu kelurahan di Kabupaten Bandung, yakni Kelurahan Manggahang.

Sementara menurut Perwakilan Kedutaan Besar Kuwait, Mr Musaad Saad Al Rakhis, pemerintah Kuwait akan terus membantu masyarakat miskin di Indonesia. Karena, ia melihat masih banyak masyarakat miskin yang harus dibantu.

“Kami membantu bukan hanya karena di Indonesia banyak muslimnya. Tapi, yang non muslim juga akan kami bantu,” katanya.

 

Sumber: Republika

Read More
Konsumsi Suplemen Bisa Berujung pada Katarak

Konsumsi Suplemen Bisa Berujung pada Katarak

Di Indonesia, penyebab kebutaan nomor satu adalah katarak, disusul oleh kelainan refraksi dan glaukoma. Hal ini diungkapkan oleh dr Rita Polana, SpM dalam acara diskusi kesehatan mata yang digelar oleh RS Pondok Indah Group di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Untuk DKI Jakarta saja, statistik menunjukkan bahwa 50 persen dari masyarakat telah terkena katarak pada usia 50 tahun-an, ujar Rita.

Katarak, menurut dr Iwan Soebijantoro, SpM seperti yang dikutip oleh Kompas.com 9 September 2017, sebetulnya tidak dapat dicegah atau diperlambat karena merupakan proses degeneratif.

Akan tetapi, Rita melihat bahwa kebanyakan kasus katarak dini di DKI Jakarta terjadi karena komplikasi obat, seperti suplemen dan obat-obat tulang, yang mengandung steroid.

“Ada beberapa suplemen yang mengandung steroid. Itu bisa bikin katarak dan tekanan bola mata meningkat yang berujung pada glaukoma,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia pun menyarankan untuk tidak mengonsumsi suplemen lebih dari tiga bulan. “Tiga bulan itu sudah berdampak, tapi metabolisme orang itu beda-beda ya,” katanya.

Daripada mengonsumsi suplemen, Rita lebih merekomendasikan mengonsumsi vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh secara langsung dari makanan.

“Kalau pasien sudah berusia 40 tahun atau lebih, kurangi karbohidrat dan perbanyak buah. Sebab, di usia tersebut, hormon pertumbuhan sudah menurun. Yang mati selnya 60 persen, yang diganti cuma 40 persen. Sayur dan buah itu mengandung vitamin yang dibutuhkan untuk mengganti sel,” katanya.

Selain itu, Rita juga berpesan untuk menggunakan topi dan kacamata hitam yang dapat menangkal sinar ultraviolet ketika berada di luar ruangan di atas pukul 10.00.

Jika Anda sudah menginjak usia 50 tahun, mulailah untuk memeriksakan mata ke dokter spesialis mata, terutama ketika gejala-gejala katarak mulai terlihat. Gejala-gejala tersebut, termasuk pandangan menjadi buram atau sinar terlihat pecah ketika malam sehingga sulit fokus.

 

http://sains.kompas.com/read/2017/10/07/190500523/hati-hati-konsumsi-suplemen-bisa-berujung-pada-katarak

Read More
pengaruh diabetes terhadap penglihatan

Ternyata Ini 8 Faktor Pemicu Perkembangan Katarak

lensa di dalam mata bekerja seperti lensa kamera yang memusatkan cahaya ke retina untuk penglihatan yang jernih. Peran lensa mata sendiri adalah memfokuskan cahaya yang yang masuk ke mata untuk menghasilkan gambar jernih dan jernih pada retina yang seharusnya menghasilkan penglihatan yang jelas.

1. Lensa kebanyakan terbuat dari air dan protein. Dimana protein diatur dengan cara yang tepat agar lensa tetap bersih dan membiarkan cahaya melewatinya. Namun seiring bertambahnya usia, beberapa protein bisa berkumpul bersama dan mulai melapisi area kecuali lensa. Inilah proses pembuatan katarak terjadi dan saat katarak terbentuk, ia menyebarkan cahaya yang memicu pada penglihatan kabur, kontras terbatas dan sejumlah gejala gangguan penglihatan lainnya.
Telah diungkap ternyata ini beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang terkena penyakit katarak, WASPADA DARI SEKARANG YUK

2. Usia adalah penyebab paling umum dari katarak. Protein lensa mengalami denatur dan terdegradasi dari waktu ke waktu. Proses ini dapat dipercepat dengan adanya suatu kondisi tertentu seperti diabetes dan hipertensi. Faktor lingkungan, termasuk racun, radiasi dan sinar ultraviolet , memiliki efek kumulatif yang diperparah oleh hilangnya mekanisme protektif dan restoratif akibat perubahan ekspresi gen dan proses kimia di dalam mata.

3. Trauma tumpul menyebabkan pembengkakan, penebaln dan pemutihan pada serat lensa. Pembengkakan biasanya hilang dengan sendirinya, namun warna putih di mata kemungkinan tetap ada. Pada trauma yang parah seperti terjadnya luka yang sampai menembus mata, kapsul tempat lensa duduk bisa berisiko rusak. Kerusakan ini kemungkinan cairan dari bagian lain mata untuk memasuki lensa yang menyebabkan pada pembengkakan dan kemudian memutih yang akhirnya menghalangi cahaya dari mencapai retina di bagian belakang mata. Pada trauma tumpul juga bisa mengakibatkan katarak berbentuk bintang atau kelopak mata.
Radiasi, dimana cahaya ultraviolet khususnya UVB telah terbukti termasuk faktor yang menyebabkan katarak. Beberapa bukti telah ditunjukan kacamata hitam yang dikenakan pada usia dini dapat memperlambat perkembangan mata di kemudian hari. Radiasi gelombang mikro juga telah ditemukan menyebabkan katarak

4. Genetika, dimana paling umum hal ini terjadi melalui mekanisme yang melindungi dan merawat lensa. Terjadinya katarak pada masa kanak-kanak, mereka dapat disebabkan oleh adanya sindrom tertentu. Contoh kelainan kromosom yang terkait dengan katarak sindrom penghapusan, sindrom cri-du-chat, sindrom Down, sindrom Patau, trisomi 18 ( sindrom Edward) & sindrom Turner. (* Manfaat ramuan teh hijau untuk penyakit katarak

5. Penyakit kulit dan lensa memiliki asal embriologis yang sama sehingga bisa terkena penyakit serupa. Mereka yang menderita dermatitis atopik dan eksim terkadang mengalami ulkus katarak ulat. Ichthyosis adalah kelainan resesif autosomal yang terkait dengan katarak runcing dan sklerosis nuklir.

6. Merokok dan alkohol termasuk kebiasaan pola hidup yang tidak sehat, dimana merokok telah terbukti melipatgandakan tingkat katarak subkapsular posterior.

7. Vitamin C yang tidak adekuat, dimana asupan vitamin C yang rendah dan kadar serum tekah dikaitkan dengan tingkat katarak yang lebih tinggi.

8. Obat-obatan seperti kortikosteroid sistemik, topikal, atau inhalasi, dapat meningkatkan risiko pengembangan katarak. Jenis kortikosteroid paling sering menyebabkan katarak subkapsular posterior. Orang dengan skizofrenia sering memiliki faktor risiko kecemerlangan lensa (seperti diabetes, hipertensi dan gizi buruk), namun obat antipsikotik tidak mungkin berkontribusi pada pembentukan katarak.

Itulah sedikit informasi mengenai kondisi risiko penyakit katarak, semoga artikelnya bermanfaat dan lekas sembuh..

Sumber: https://kumparan.com/herna-ismayanti/ternyata-ini-8-faktor-pemicu-perkembangan-katarak-terjadi-1508988139925#L0DpjjgkVgZUf1uV.99

Read More