Sejarah Hari Anti Narkotika Internasional (HANI)

Indonesia saat ini sudah masuk menjadi negara darurat narkoba. Hal tersebut dikarenakan angka prevalensi penyalah guna narkotika di Indonesia pada survei tahun 2015 mencapai 2,20 persen atau lebih dari 4 juta orang yang terdiri dari penyalah guna coba pakai, teratur pakai, dan pecandu. Secara resmi Indonesia sudah bergabung secara global untuk perang melawan narkoba dan setiap tahunnya setiap tanggal 26 Juni, Indonesia turut serta dalam peringatan Hari Anti Narkotika Nasional.

Hari Anti Narkoba Internasional yang didirikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1987. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya berjuang melawan penyalahgunaan narkoba dan perdagangan obat ilegal.

Penyalahgunaan zat adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius di banyak negara di seluruh dunia. Pemerintah mencoba untuk menghilangkannya dengan merancang undang-undang untuk mengkriminalisasi tipe tertentu dari penyalahgunaan narkoba.

Meskipun undang-undang larangan obat (dan, sampai batas tertentu, karena dari mereka), produksi obat terlarang dan perdagangan berkembang di banyak negara.

Perdagangan obat ilegal diduga terkait dengan tingkat kejahatan kekerasan dan Ini juga memiliki efek negatif pada ekonomi nasional. Misalnya, ekonomi banyak negara di Amerika Latin bergantung pada perdagangan narkoba dan pemerintah disana telah mencoba mencegah mereka dari berkembang.

Tujuan Utama Hari Anti Narkoba Internasional didirikan untuk memperkuat aksi dan kerjasama di semua tingkatan untuk membangun masyarakat internasional agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Penyalahgunaan obat adalah ancaman serius bagi kesejahteraan dan keselamatan umat manusia yang merusak stabilitas dan menghambat pembangunan berkelanjutan

 

Sumber: BNN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *