Operasi Pertama di Indonesia Timur, Transplantasi Sebagian Kornea Mata

Operasi Pertama di Indonesia Timur, Transplantasi Sebagian Kornea Mata

Dunia medis di Surabaya semakin berkembang. Transplantasi kornea mata telah dilakukan Kamis (8/6). Operasi tersebut adalah yang pertama di Indonesia Timur. Tidak seluruh kornea mata dioperasi. Hanya sebagian atau dalam dunia medis disebut lamellar keratoplasty.
Kurniawan, 44, kemarin menjalani operasi transplantasi kornea mata kiri di RS Mata Undaan. Di mata kirinya itu terdapat jahitan yang begitu erat. Enam bulan lalu dia memang pernah menjalani operasi kornea di Kalimantan karena ada gangguan penglihatan. Namun, pascaoperasi, kondisinya tidak membaik hingga akhirnya dia memeriksakan matanya di RS Mata Undaan. Selain operasi transplantasi kornea, tim dokter melakukan operasi katarak.

Dia mulai masuk kamar operasi pada pukul 12.00. Pada operasi tahap pertama, dr Dini Dharmawidiarini SpM melakukan operasi katarak. Lensa mata Kurniawan keruh. ”Kataraknya ini karena ada komplikasi juga,” tuturnya.

Setelah membersihkan kataraknya, Dini mempersiapkan operasi untuk transplantasi kornea. Awalnya, dokter memberikan tanda daerah yang akan dibuang dengan tinta biru. Tinta tersebut merupakan batas dan dapat dibersihkan kembali. ”Tidak semua korneanya dibuang. Sebab, masih ada yang bagus,” paparnya.

Dini hanya memotong 2/3 ketebalan kornea Kurniawan. Karena di kornea tidak ada pembuluh darah, tidak ada pendarahan yang berarti. Setelah daerah yang dikehendaki terpotong, Dini lantas melepaskan benang yang berada di tengah kornea Kurniawan. Benang tersebut akan mengganggu jika tetap berada di tempatnya. Menurut hitungan Jawa Pos, ada tiga benang yang dilepaskan.

Setelah itu, spesialis mata RS Mata Undaan itu mempersiapkan retina mata donor. Retina tersebut diambil dari salah seorang donor yang enggan disebutkan namanya. ”Donor kornea itu harus dari orang yang sudah meninggal dan diambil paling lama 1 x 24 jam,” beber Dini.

Selain diambil dari jenazah, bola mata untuk donor tidak boleh cacat. Artinya, tidak ada bekas operasi sekalipun operasi katarak. Dengan demikian, kornea mata pasien dipastikan bersih.

Berbeda dengan transplantasi organ yang lain, pada transplantasi mata, tidak perlu tes kecocokan antara donor dan yang didonor. Tidak perlu tes darah juga. Sebab, di dalam kornea tidak terdapat pembuluh darah. Untuk itu, si penerima donor tidak perlu minum obat penolakan organ seperti orang-orang yang transplantasi organ lainnya. Dengan demikian, sistem imun si pasien akan tetap stabil.

Selama ini spesialis mata memang telah melakukan operasi transplantasi kornea. Namun, yang dijalani Kurniawan hanya sebagian yang ditransplantasi. ”Selain itu, ada penyulit katarak dan irisnya sudah geser,” jelas Dini.

Operasi transplantasi kornea di Indonesia sebenarnya cukup banyak. Selain karena di Indonesia masih banyak cedera mata, juga masih banyak pasien yang mengalami infeksi mata. Hal tersebut membuat korneanya rusak. Penyebab lainnya adalah kekeruhan kornea pascaoperasi. Untuk itu, Dini menyarankan agar lebih banyak orang yang mau menjadi donor mata.

Sumber Jawa Pos Jum’at 9 Juni 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *