Membedah Dugaan Penyebab Katarak Pada Buah Hati Asri Welas

Artis dan presenter Asri Welas tetap tegar mendampingi buah hatinya Rayyan Gibran Ridharaharja atau biasa dipanggil Ibran. Ibran mengalami katarak sejak usianya 5 bulan. Kini Ibran sudah melewati masa operasi. Sang ibunda masih menunggu hasil pasti dari pemeriksaan di Malaysia.

 

Namun Asri memastikan buah hatinya tidak terinfeksi rubella, tokso, dan lainnya. Lalu sebetulnya apa yang menyebabkan bayi bisa terkena katarak?

Ahli Imunologi dan Pakar Pediatri dari Malaysia, Adli bin Ali, MD, Msc, Dr.Paeds, PhD Cand(Oxon) menjelaskan jika memang katarak muncul saat bayi, bisa jadi disebut dengan katarak kongenital. Katarak itu merupakan suatu kekeruhan pada lensa mata yang sudah ada sejak lahir atau segera setelah lahir, tanpa adanya rasa nyeri.

 

“Waktu lahir sudah ada belum, kalau sejak bayi bisa jadi namanya kongenital katarak,” ungkap Adli kepada JawaPos.com di Jakarta, Sabtu (16/9).

Penyebabnya bisa bermacam-macam. Dari mulai infeksi saat kandungan, virus rubella, hingga penyakit metabolik. Adli menjelaskan katarak membuat mata bayi terlihat ada selaput atau titik putih pada lensa.

“Jika sudah operasi, dan kataraknya sudah dirawat maka tentu anak bisa kembali melihat, asalkan jika memang benar hanya masalah pada mata atau katarak. Bukan ada penyebab lain,” tuturnya.

Dia menegaskan pada bayi dengan katarak, pemeriksaan harus dilakukan dengan mengecek riwayat keluarga lainnya hingga sang ibu. Sebelumnya harus diketahui apa penyebabnya, apakah gangguan metabolik atau masalah lain. Jika hanya masalah mata, kata dia, hal itu tak akan berbahaya, tidak mengganggu. Bisa dilakukan dengan berbagai fisioterapi mata.

“Nanti ketika anak sudah sekolah, terangkan pada guru bahwa ada gangguan penglihatan. Berikan stimulasi warna supaya bisa tetap bergaul dengan teman-teman sebayanya tanpa rasa rendah diri,” katanya.

Adli menegaskan tentunya para orang tua tak mau hanya karena masalah mata, perkembangan otak anak yang bagus menghambat perkembangannya. Di mana masa anak-anak adalah tahap melihat, menyentuh dan bereksplorasi.

“Jika katarak terjadi hanya masalah pada penglihatan, dengan terapi bisa. sembuh. Tapi jika masalahnya gangguan metabolik, bisa mengganggu pada saraf, otak dan lainnya. Karena itu tes harus dilakukan detail keseluruhan,” katanya.

Dugaan penyebabnya, kata Adli, bisa jadi karena infeksi virus rubella atau sindrom tertentu. Jika perempuan terinfeksi penyakit ini saat sedang hamil, risiko keguguran dapat meningkat (campak juga meningkatkan kemungkinan persalinan prematur).

Infeksi Rubella dapat menyebabkan cacat pada otak, jantung, mata seperti katarak, dan telinga pada bayi dan meningkatkan risiko keguguran dan stillbirth (bayi lahir mati).

Virus rubella atau campak Jerman ditandai dengan gejala seperti flu dan sering diikuti dengan ruam. Rubella juga dapat berbahaya pada kehamilan. Hingga 85 persen bayi dari ibu yang memiliki rubella pada trimester pertama mengalami cacat lahir yang serius, seperti kehilangan pendengaran, penglihatan, dan kecacatan intelektual.

 

 

Sumber: JawaPos 17 September 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *