Idap Penyakit Langka, Mata Jailian Menonjol

Gambaran memilukan ini mengungkap nasib seorang anak laki-laki berusia dua tahun dengan mata menonjol yang perlahan kehilangan penglihatan matanya karena orang tuanya terlalu miskin untuk menjalani perawatan medis.

Dia adalah Jailian Kaipeng berada dalam rasa sakit yang konstan dan mungkin menderita kelainan langka yang membakar matanya atau bahkan sejenis kanker mata anak-anak.

Jailian lahir sebagai bayi yang sehat tapi matanya mulai membengkak saat usianya baru dua bulan. Kondisinya sekarang mendorong matanya ke depan sehingga tutup matanya bahkan tidak bisa ditutup.

“Semua dokter mengatakan bahwa kita harus membawanya ke rumah sakit besar namun itu berada di luar kemampuan kita. Orang-orang menatapnya dan terkejut dengan kondisinya yang menghancurkan hatiku dan saat ini yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu keajaiban terjadi. Kami sangat membutuhkan pertolongan,” kata Ibunya Chengmaite (25) dari sebuah desa terpencil di Tripura, India timur laut, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Senin (25/9/2017).

Ayah Jailian, Neirbanglal Kaipeng (28) mengatakan bahwa mata kanan anaknya mulai membengkak beberapa bulan setelah kelahirannya.

“Garis merah akan muncul dan hilang di bola matanya dan itu akan menyebabkan matanya membengkak. Kami sangat terkejut saat pertama kali melihatnya, kami sama sekali tidak tahu harus berbuat apa,” tukas Ayahnya.

Keluarga tersebut berkonsultasi dengan dokter setempat namun tidak ada yang bisa mendiagnosis kondisinya. “Kami membawanya ke dokter setempat kami. Tapi mereka bingung. Mereka memberinya beberapa obat-obatan dan mengirim kami pulang tapi matanya semakin memburuk,” sambung Ayahnya.

Akhirnya kondisinya menyebar ke mata kirinya dan pembengkakan menjadi permanen.

Selama dua tahun terakhir, orang tuanya telah menyaksikan dengan tak berdaya karena kondisi bayi mereka memburuk. Diduga Jailian mungkin memiliki orbital pseudotumour, yaitu radang otot mata atau bahkan lebih parah lagi dia memiliki jenis kanker mata yang disebut retinoblastoma. Tetapi tanpa konsultasi dengan para ahli dan tes, tidak ada yang bisa memastikannya.

Dengan putus asa Neirbanglal menjual sebagian tanahnya seharga Rs 30.000 (£ 340) dan sapi keluarga seharga Rs 10.000 (£ 110) untuk membayar biaya konsultasi lebih lanjut, biaya perjalanan dan obat-obatan.

Tapi kondisi Jailian terus memburuk dan keluarga belum mampu memberikan perawatan terbaik – dan kini telah kehilangan rumah mereka.

“Kami terkejut dan tak berdaya dengan visibilitas kondisinya. Saya tidak tahu ke mana harus membawa anak saya, “kata Neirbanglal.

 

Sumber : NetralNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *