All Posts in Category: Informasi

Terapi Ambliopia

Terapi Ambliopia

Ambliopia atau yang juga dikenal dengan istilah mata malas merupakan salah satu gangguan atau kelainan penglihatan pada anak-anak yang bersifat ireversibel. Ambliopia itu sendiri merupakan suatu keadaan yang membuat mata gagal mencapai ketajaman visual secara normal meskipun mungkin dengan menggunakan lensa kontak ataupun kacamata dari dokter. Bila kondisi ini dibiarkan tanpa adanya terapi ambliopia yang tepat, hal ini bisa saja mempengaruhi kemampuan anak dalam membaca ataupun mengembangkan kemampuan motoriknya.

 

Untuk mengatasi masalah ambliopia dibutuhkan terapi ambliopia yang mampu memaksa otak untuk menggunakan tampilan visual dari mata yang bermasalah. Namun tentu saja, untuk menentukan terapi penanganan pada ambliopia hendaknya dicari terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab dari gangguan kesehatan mata tersebut. Bila penyebab adanya ambliopia tersebut adalah strabismus maka sebaiknya diperbaiki sesudah penglihatan disamakan di antara kedua mata tersebut. Bila memang penyebab dari masalah ini adalah adanya katarak, tindakan operasi bisa menjadi sebuah solusi. Proses terapi tersebut hendaknya dilakukan tepat waktu. Banyak orang tua baru menyadai masalah penglihatan pada anak mereka saat sudah beranjak remaja bahkan dewasa. Padahal terapi bisa dilakukan sejak umur 2 sampai 4 tahun untuk mendapatkan penanganan yang semakin cepat.

 

Salah satu bentuk terapi yang bisa dilakukan untuk anak dengan ambliopia adalah dengan memasang penutup di bagian mata yang sehat. Terapi ini ditujukan untuk memaksa otak melihat dengan menggunakan visual dari mata yang lemah. Terapi ini hendaknya juga dilakukan atas rekomendasi dari dokter yang telah memeriksa kondisi serta penyebab dari ambliopia pada anak tersebut. Dengan menjalankan terapi ambliopia yang tepat sejak dini, kondisi anak bisa memiliki peluang disembuhkan.

 

Foto: allaboutvision.com

 

Read More
Bahaya Lensa Kontak, Nenek 67 Tahun Tak Sadar Ada 27 Lensa

Bahaya Lensa Kontak, Nenek 67 Tahun Tak Sadar Ada 27 Lensa di Matanya

Bagi beberapa orang yang memiliki masalah penglihatan, menggunakan lensa kontak menjadi pilihan praktis. Namun, ada pula individu yang merasa memiliki mata sensitif lebih memilih menggunakan kacamata dibandingkan lensa kontak yang membutuhkan perawatan lebih.

Memakai lensa kontak memang membuat mata terlihat lebih indah, tapi apa jadinya bila di mata terdapat 27 kontak lensa sekaligus? Seorang wanita usia 67 tahun asal Brimingham, Inggris mengalami kejadian tersebut.

Semula wanita itu mengeluhkan pandangannya yang terasa kabur. Dokter pun mendiagnosisnya dengan katarak. Namun saat proses operasi katarak berlangsung, tim medis menemukan 17 lapis kontak lensa pada mata wanita tersebut, seperti dikutip dari akun shedotid dari Vidio.com, Rabu (16/8/17).

Beberapa waktu kemudian tim dokter kembali mengangkat 10 lapis lensa kontak di mata wanita berumur 67 tahun tersebut.

Wanita itu telah memakai lensa kontak sekali pakai selama 35 tahun. Terkadang dia merasa kesulitan untuk mengeluarkan lensa kontak di matanya dan mengira bahwa lensa kontak tersebut telah jatuh. Nyatanya lensa kontak tetap menempel di mata dan menumpuk dengan lensa kontak lainnya.

Setelah proses pengangkatan 27 lapis lensa kontak, nenek tersebut merasa matanya jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Jadi, bila Anda ingin memakai lensa kontak sebaiknya jangan lupa untuk melepaskannya selelah apapun Anda karena akan berisiko pada kesehatan mata nantinya.

Penulis: Michelle Tania

Sumber: Liputan6

Read More

Wanita Dewasa Juga Wajib Vaksin Rubella

 

Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Menurut data WHO, pada tahun 2016 di Indonesia terdapat lebih dari 800 kasus rubella yang sudah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Walau sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, rubella berbeda dengan campak. Penyakit ini biasanya lebih ringan dibandingkan dengan campak. Tetapi jika menyerang wanita yang sedang hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, rubella berpotensi tinggi untuk menyebabkan sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan.

WHO memperkirakan tiap tahun terdapat sekitar 100.000 bayi di dunia yang terlahir dengan sindrom ini. Untuk itu, bukan hanya anak-anak saja yang dianjurkan untuk melakukan vaksin Rubella. Vaksin ini, juga bisa diberikan pada wanita dewasa. Kapan waktu tepat melakukan imunisasi vaksin rubella?

Dr.dr Irawan, SpK(A) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) mengutarakan bahwa baiknya wanita melakukan imunisasi vaksin Rubella atau MR saat memasuki usia reproduksi dan sebelum melahirkan.

“Usia menstruasi sebelum hamil kalau sudah hamil enggak boleh imunisasi akan sebabkan keguguran,” ungkapnya seperti dikutip dari VIVA.co.id di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa 15 Agustus 2017.

dr Irawan juga menyebut, imunisasi MR pada wanita dewasa, harus dilakukan sebelum menikah dengan tujuan agar adanya kekebalan terhadap rubella.

“Karena waktu hamil daya tahan tubuh wanita akan menurun pasti kena rubella timbul merah-merah. Tinggal dilihat beratnya seperti apa. Ada yang semuanya berat,” paparnya.

Dijelaskan pula olehnya, tidak masalah jika wanita yang dahulunya pernah diimunisasi dengan vaksin campak kemudian melakukan vaksin MR ini sebelum menikah.

“Kalau sudah vaksin campak, terus vaksin MR tidak apa-apa karena waktu kecil enggak dapat rubella,” paparnya.

dr Irawan juga menekankan bahwa sangat penting bagi seseorang terutama wanita untuk melakukan vaksin ini, mengingat sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, seperti tuli, katarak, penyakit jantung kongenital, kerusakan otak, organ hati, serta paru-paru. Diabetes tipe 1, hipertiroidisme, serta pembengkakan otak. Tak hanya itu, rubella juga dapat berkembang pada anak dengan kondisi ibu yang pada saat hamil menderita sindrom ini.

“Kalau kena dia pasti kena anaknya dan kita enggak bisa apa-apa,” katanya lagi.

Sumber: Viva

Read More
77 Pasien Katarak dan Pteregyum Berhasil Dioperasi

77 Pasien Katarak dan Pteregyum Berhasil Dioperasi

Bakti sosial (Baksos) operasi Katarak dan Pteregyum (selaput pada permukaan bola mata) yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gayo Lues dan pemerintah kabupaten setempat dengan melibatkan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) wilayah Aceh, berhasil melakukan operasi pada 77 pasien.

Dari 253 pasien yang sudah mendaftarkan diri dalam kegiatan sosial selama dua hari ini, hanya 77 pasien dilakukan operasi, yakni untuk penderita katarak berjumlah 53 pasien dan penderita Pteregyum sebanyak 24 pasien.“Bahkan operasi baru berakhir tadi malam, sekira pukul 21.00 WIB,” sebut Ketua Panitia, Habirul Qadri kepada GoAceh, Sabtu (5/8/2017).

Selebihnya sambung Qadri, untuk pasien yang belum tertangani berjumlah 176 pasien.
Hal ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya kataraknya belum matur/masak alias belum tua, kemudian pasien katarak dengan kontraindikasi, seperti diabetes melitus (kadar gula darah tinggi), hipertensi (darah tinggi), tekanan bola mata yang rendah atau terlalu tinggi, serta ada sebagian pasien yang tidak hadir saat acara.
“Padahal mereka sudah didata, bahkan dihubungi panitia, tapi tetap saja tidak dating,” ungkap Qadri.
Pun demikian sambung Sekretaris IDI Cabang Gayo Lues ini, bagi pasien yang berisiko operasi karena kontraindikasi dan pasien yang berhalangan hadir di acara bakti sosial kemarin, akan dibantu melalui Rumah Sakit Umum Daerah setempat, untuk dirujuk ke Rumah Sakit Takengon maupun ke Banda Aceh.
Namun saat ditanyakan bagaimana dengan kondisi pasien yang sudah dilakukan operasi, Habirul menjelaskan, pascaoperasi para pasien Katarak dan Pteregyum, seluruhnya dalam keadaan baik.
Bahkan hari ini seluruh pasien sudah pulang ke rumah masing-masing.
“Alhamdulillah, setelah dikontrol tim dokter spesialis mata, mereka sudah diijinkan pulang,” ucap Qadri sembari menambahkan, selanjutnya para pasien nantinya bisa melakukan pengecekan pada Puskesmas terdekat dari kediamannya masing-masing.

Read More

Makanan ini Bisa Tingkatkan Penglihatan Anda

Gangguang penglihatan juga menjadi masalah yang tak bisa disepelekan. Kebanyakan orang harus menggunakan kacamata, padahal mereka masih muda. Bahkan anak-anak pun perlu kacamata untuk mendukung kesehatan mata mereka.

“Kelainan penglihatan adalah kemampuan penglihatan yang menurun yang menyebabkan masalah dan tidak bisa diatasi dengan cara biasa, seperti menggunakan kacamata, kontak dan LASIK,” kata ahli pengobatan keluarga, Dr. Mikhail “Mike” Varshavski, seperti dilansir laman Sheknows, Selasa (8/8).

“Masalah umum seperti tekanan darah tinggi, diabetes, peningkatan kolesterol, semuanya berkontribusi pada gangguan penglihatan awal,” jelas Varshavski.

Ada dua jenis gangguan penglihatan yang bisa Anda cegah.

Gangguan penglihatan yang sangat terkenal pertama adalah katarak. Terutama terjadi pada individu berusia di atas 55 tahun, katarak adalah bagian keruh pada lensa mata yang biasanya bening dan akan mengaburkan penglihatan.

Meskipun katarak biasanya berkaitan dengan usia, faktor kunci lainnya untuk pengembangan gangguan ini adalah kekurangan nutrisi.

Kelainan penglihatan kedua adalah degenerasi makula, yang merupakan penyebab utama kebutaan pada orang Amerika yang berusia di atas 65 tahun.

Hal ini terjadi saat retina, lapisan mata yang mendeteksi cahaya dan bekerja dengan otak untuk menciptakan gambar, mulai memburuk.

Sumber: http://www.jpnn.com/news/makanan-ini-bisa-tingkatkan-penglihatan?page=4

Read More
petani dan pnderita katarak

Petani Rentan Terkena Katarak

Petani rentan terkena penyakit katarak karena sering terpapar sinar matahari saat berada di sawah. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Satuan Pemberantasan Buta Katarak DIY, Prof. dr Suhardjo pada acara operasi gratis katarak gratis di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Minggu (6/8/2017).

Suhardjo mewanti-wanti agar para petani selalu menggunakan perlengkapan seperti caping atau topi untuk menghidarkan mata dari paparan sinar matahari langsung. “Topi atau caping tidak saja melindungi dari panas namun juga melindungi mata dari sinar ultraviolet dari matahari yang berbahaya bagi kesehatan mata,” tuturnya.

Apalagi setiap tahunnya di DIY diperkirakan terdapat 3600 kasus penderita katarak baru. Ia menjelaskan jumlah penderita baru ini dihitung dengan rumus seribu penderita baru per satu juta penduduk setiap tahun.

Jadi jika penduduk DIY tahun ini mencapai 3,6 juta orang maka ada 3600 penderita katarak baru. Padahal untuk operasi katarak butuh biaya yang cukup besar yaitu Rp11 juta untuk sekali operasi. “Padahal operasi katarak dilakukan sebanyak dua kali,” katanya.

Lebih jauh dokter spesialis mata RSUP dr. Sardjito ini mengatakan kasus penderita katarak memang didominasi oleh penduduk usia lanjut. Namun kini mulai ditemukan kasus katarak yang menyerang penduduk usia produktif. Katarak yang menyerang penduduk usia produktif ini mayoritas disebabkan oleh efek samping penyakit gula dan hipertensi.

Sementara itu, Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, Gandung Bambang Hermanto mengatakan setiap tahun RSUD Panembahan Senopati melayani tak kurang dari 300 pasien katarak untuk melakukan operasi mata.

Ia juga tak menampik jika selama ini kendala operasi katarak adalah biayanya yang cukup mahal jika penderita tidak mempunyai jaminan kesehatan seperti BPJS, Jamkesda atau Jamkesmas.

“[Biaya operasi] cukup berat apalagi dari keluarga kurang mampu,” ucapnya. Meskipun demikian, ia meyakini dengan 13 rumah sakit yang ada, 1000 kasus penderita katarak baru di Bantul dapat tertangani.

 

Sumber: http://www.harianjogja.com/baca/2017/08/07/petani-rentan-terkena-katarak-840836

Read More
Baru Lahir 4 Bulan, Bayi Ini Alami Katarak dan Gangguan Pendengaran

Baru Lahir 4 Bulan, Bayi Ini Alami Katarak dan Gangguan Pendengaran

Qaesara Queen Ardianto (4 bulan) tertidur lelap di pangkuan ibunya, Asmarani (24) di rumah semi permanen milik mereka di Gang Mulia, Payaroba, Kota Binjai, Sumatera Utara, Senin (1/7/2017).

Memakai celana pink dan baju putih, bila dilihat secara fisik tidak ada yang aneh di tubuh Queen.

Namun saat menangis, ada hal yang berbeda di mata Queen. Di bagian retina ke dua matanya, terdapat katarak. Katarak berwarna putih itu hampir menutup setengah retinanya.

Selain itu, pendengarannya juga terganggu. Sejak lahir, komunikasi hanya bisa dilakukan lewat sentuhan atau saat Queen menangis.

“Dari kecil saya agak heran karena saat petasan meledak pun, Queen seaakan tidak merasa terganggu,” katanya.

Sebagai seorang ibu rumah tangga dan suami yang bekerja sebagai mekanik di bengkel, Asmarani mengaku membutuhkan bantuan untuk merawat anaknya.

Dia juga merasa kesulitan untuk berobat karena ekonomi keluarga yang pas-pasan. Apalagi tidak semua biaya perobatan ditanggung BPJS.

“Saat ini saya sedang menunggu waktu untuk operasi katarak. Setelah itu baru memeriksakan kondisi telinganya,” katanya.

Katanya, bayinya divonis virus rubella. Virus ini diduga menyerangnya saat tengah mengandung putrinya, saat tengah hamil muda. Dan gejalanya persis dengan yang dia alami.

“Berdasarkan ciri-ciri penderita yang demam saat hamil muda, saya merasakannya. Menggigil dan kepanasan. Namun tidak ada ruam,” katanya.

Namun dia tetap berharap, bayinya bisa tumbuh dengan normal sama seperti bayi lainnya.(*)

 

Sumber: http://medan.tribunnews.com/2017/08/01/baru-lahir-4-bulan-bayi-ini-alami-katarak-dan-gangguan-pendengaran-saksikan-videonya

Read More
Dompet Dhuafa Bangun Rumah Sakit Khusus Mata di Serang

Dompet Dhuafa Bangun Rumah Sakit Khusus Mata di Serang

General Manager Resourches & Mobilization Dompet Dhuafa, Urip Budiarjo mengungkapkan Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia akan membangun rumah sakit khusus mata di Serang Banten.

“Kerjasama Dompet Dhuafa dan lembaga Badan Wakaf Indonesia (BWI). Ini merupakan rumah sakit ketiga yang kita bangun,” kata Urip di Jakarta, (10/5)

General Manager Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Sabeth Abilawa membenarkan hal itu, ia menjelaskan bahwa Dompet Dhuafa dan BWI telah menyiapkan investasi sekitar Rp7 milyar untuk tahap awal pembangunan rumah sakit khusus mata tersebut. Selanjutnya rumah sakit khusus mata tersebut akan terus di kembangkan secara konsisten.

“Perkiraan totally Rp 7 miliar, Rp 4 miliar kontribusi dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Rp3 miliar dari dana masyarakat yang digalang Dompet Dhuafa,” tambah Sabeth Abilawa saat di hubungi Akurat.co, Kamis (11/5).

Lebih lanjut Sabeth menjelaskan ide awal pembangunan rumah sakit tersebut, karena Dompet Dhuafa memprioritaskan program kesehatan melalui pendirian rumah sakit di daerah-daerah. Namun tetap tidak mengurangi program-program unggulan lainnya yang telah dikembangkan Dompet Dhuafa.

“Kita setahun terakhir ini dan ke depan akan memprioritaskan sektor kesehatan. Itu bentuk peranan Dompet Dhuafa dalam membangun negara melalui pendirian rumah sakit,” tambah Sabeth.

Rumah sakit khusus mata yang sedang dibangun di Serang, Banten tersebut adalah rumah sakit yang ketiga yang dibangun Dompet Dhuafa.

Sebelumnya Dompet Dhuafa telah membangun dua buah rumah sakit Rumah Sehat Terpadu (RST) di Parung, Bogor dan Rumah Sakit AKA Medika Sribhawono di Lampung.

Selain itu beberapa klinik kesehatan seperti Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) milik Dompet Dhuafa telah tersebar di Ciputat, Parung, hingga Bekasi.

Saat ini Dompet Dhuafa tengah mempersiapkan pembangunan rumah sakit mata di serang Banten. Pihak Dompet Dhuafa menargetkan paling tidak sebelum puasa rumah sakit mata yang sedang dibangun tersebut akan segera di launching.

Dengan dibangunnya rumah sakit khusus mata tersebut diharapkan masyarakat sekitar dan kaum dhuafa bisa manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

 

Sumber : ekonomi.akurat.co/id-34303-read-dompet-dhuafa-gandeng-bwi-bangun-rumah-sakit-khusus-mata-di-serang

Read More
alamat klinik mata utama di indonesia

Alamat Lengkap Klinik Mata Utama

Selamat siang sahabat YKP. Berikut 9 daftar alamat Klinik Mata Utama sebagai salah satu mitra kerjasama Yayasan Katarak Peduli (YKP) yang tersebar di seluruh Indonesia :
1. KMU Gresik
Alamat: Jl. Sumatra No.27F, Kebomas, Randuagung, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik

2. KMU Lamongan
Alamat: Ruko Permata Kav. 34, Jl. Panglima Sudiman-Lamongan, Sidokumpul, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan

3. KMU Bojonegoro
Alamat: Jl. Panglima Polim No.49, Sumbang, Bojonegoro

4. RS NU Tuban
Alamat: Jl. Letda Sucipto 211 Tuban

5. RSUD Ngimbang Lamongan
Alamat: Jl. Raya Babat-Jombang No. 277 Sendangrejo

6. RSI Jemursari Surabaya
Alamat: Jl. Jemursari 51-57 Surabaya

7. RSI Darus Syifa Surabaya
Alamat: Jl. Raya Benowo No. 5 Surabaya

8. RSI Sakinah Mojokerto
Alamat: Jl. RA Basuni No.12 Mojokerto

9. RSI Hasanah Mojokerto
Alamat: Jl. HOS. Cokro Aminoto No.26 – 28, Jagalan, Magersari, Kota Mojokerto

Bagi anda, maupun sanak saudara, tetangga, teman yang mengalami Katarak bisa berobat di alamat terdekat.
Semoga bermanfaat

Sumber: KlinikMataUtama.com

Read More
pelatihan teknik phaco

Dokter Spesialis Mata Dilatih Operasi Katarak Teknik “Phaco”

Puluhan dokter spesialis mata dari sejumlah daerah di Indonesia dilatih operasi katarak menggunakan teknik “Phaco” pada 15-16 Juli 2017 yang diselenggarakan Klinik Mata Utama (KMU).
“Teknik ini terbaru dan canggih, yang manfaat operasi katarak berjalan 10 menit atau lebih cepat daripada biasanya, tanpa jahit, tanpa sakit dan sembuh lebih cepat,” ujar Direktur KMU dr Uyik Unari, SpM, di sela pelatihan di salah satu hotel di Surabaya, Sabtu.
Pelatihan yang diikuti dokter spesialis mata dari sejumlah daerah di Indonesia tersebut menggandeng Persatuan Dokter Mata Indonesia dan “Indonesian Society of Catkaract and Refractive Surgery”.
“Materi pelatihan tak hanya teori, tapi lebih banyak dengan praktik wet laboratorium menggunakan mata babi,” ucap alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya tersebut.
Pelatihan tersebut, kata dia, karena masih sedikitnya dokter mata yang sudah bisa melakukan operasi dengan teknik “Phaco”, sedangkan di sisi lain jumlah pasien katarak semakin banyak di Indonesia.
“Kami sangat berharap kegiatan ini merupakan sumbangsih KMU untuk percepatan dan peningkatan kualitas layanan operasi mata bagi masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, kemampuan operasi mata di Indonesia masih di kisaran 800 mata per tahun, padahal mengutip standar “World Health Organization” (WHO), seharusnya 4.000 mata per tahun per sejuta penduduk.
“Artinya, Indonesia ketinggalan sekali sehingga pelatihan semacam ini harus lebih sering digelar. Salah satu sebabnya karena mereka kini tak harus belajar ke luar negeri untuk belajar teknik ini,” katanya.
Ke depan, lanjut dia, pelatihan serupa juga akan digelar sebagai tindak lanjut sekaligus sebagai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) spesialis dokter mata di “Tanah Air”.
Sumber : KMU | Antara
Read More