All Posts in Category: Informasi

Pemrov Gorontalo Gratiskan Operasi Katarak Bagi 1.140 Warga

Pemrov Gorontalo Gratiskan Operasi Katarak Bagi 1.140 Warga

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Rumah Sakit (RS) Hasri Ainun Habibie kembali menggelar operasi katarak gratis. Terakhir dilaksanakan pada 16 September, sebanyak 40 orang pasien berhasil menjalani operasi gratis.

 

“Sebelumnya sejak tahun 2012 sudah 1.100 pasien dioperasi, dan kini terbaru sebanyak 40 pasien berhasil menjalani operasi katarak, tanpa sepeserpun dikenakan biaya,” kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam keterangannya kepada redaksi, Senin (18/9).

Rusli menjelaskan sejak tahun 2012 kesehatan gratis menjadi satu dari empat program unggulan Pemprov Gorontaloo. Kini pada periode kedua, kembali ditingkatkan menjadi program unggulan kesehatan gratis lebih prima. Salah satu bukti program ini adalah pelaksanaan operasi katarak gratis yang sudah berjalan sejak tahun 2012.

“Alhamdulillah kegiatan pengobatan gratis dan operasi katarak gratis sudah banyak membantu masyarakat. Ini adalah bukti nyata kami terhadap masyarakat, untuk bisa berobat secara cuma-cuma,” kata Rusli Habibie.

Sementara itu, Direktur RS Ainun Habibie, dr. Rosina Kiu mengatakan, RS Ainun Habibie sudah memiliki fasilitas dan peralatan lengkap untuk melakukan operasi katarak. Sebab sebelum menjadi rumah sakit, berfungsi sebagai klinik mata Ainun Habibie yang kemudian diubah menjadi rumah sakit. Kemudian saat ini diupayakan menjadi rumah sakit rujukan Tipe B di Provinsi Gorontalo.

Selain itu, mulai tahun 2018 nanti, RS Ainun Habibie sudah mempersiapkan program operasi katarak gratis sebanyak 12 kali setiap bulannya selama setahun. Serta membuka layanan screening mata setiap hari, dari Senin sampai Sabtu. Hal ini menurutnya sangat menolong masyarakat Gorontalo penderita katarak.

“Semua ini adalah upaya mendukung program kerja gubernur yang menjadikan program kesehatan gratis sebagai program unggulan sejak tahun 2012,” tuturnya.

Sepeti diketahui, RS Ainun Habibie yang dibangun di atas lahan seluas 6,4 hektar, nantinya menjadi rumah sakit rujukan yang mempunya ruang rawat inap dengan 413 tempat tidur. Sebanyak 60 persen dari jumlat tempat tidur akan diperuntukkan untuk ruang rawat inap kelas III. Juga disertai dengan layanan fasilitas dan peralatan yang modern, serta tenaga kesehatan yang profesional.

 

Sumber: rmoljakartacom

Read More

Membedah Dugaan Penyebab Katarak Pada Buah Hati Asri Welas

Artis dan presenter Asri Welas tetap tegar mendampingi buah hatinya Rayyan Gibran Ridharaharja atau biasa dipanggil Ibran. Ibran mengalami katarak sejak usianya 5 bulan. Kini Ibran sudah melewati masa operasi. Sang ibunda masih menunggu hasil pasti dari pemeriksaan di Malaysia.

 

Namun Asri memastikan buah hatinya tidak terinfeksi rubella, tokso, dan lainnya. Lalu sebetulnya apa yang menyebabkan bayi bisa terkena katarak?

Ahli Imunologi dan Pakar Pediatri dari Malaysia, Adli bin Ali, MD, Msc, Dr.Paeds, PhD Cand(Oxon) menjelaskan jika memang katarak muncul saat bayi, bisa jadi disebut dengan katarak kongenital. Katarak itu merupakan suatu kekeruhan pada lensa mata yang sudah ada sejak lahir atau segera setelah lahir, tanpa adanya rasa nyeri.

 

“Waktu lahir sudah ada belum, kalau sejak bayi bisa jadi namanya kongenital katarak,” ungkap Adli kepada JawaPos.com di Jakarta, Sabtu (16/9).

Penyebabnya bisa bermacam-macam. Dari mulai infeksi saat kandungan, virus rubella, hingga penyakit metabolik. Adli menjelaskan katarak membuat mata bayi terlihat ada selaput atau titik putih pada lensa.

“Jika sudah operasi, dan kataraknya sudah dirawat maka tentu anak bisa kembali melihat, asalkan jika memang benar hanya masalah pada mata atau katarak. Bukan ada penyebab lain,” tuturnya.

Dia menegaskan pada bayi dengan katarak, pemeriksaan harus dilakukan dengan mengecek riwayat keluarga lainnya hingga sang ibu. Sebelumnya harus diketahui apa penyebabnya, apakah gangguan metabolik atau masalah lain. Jika hanya masalah mata, kata dia, hal itu tak akan berbahaya, tidak mengganggu. Bisa dilakukan dengan berbagai fisioterapi mata.

“Nanti ketika anak sudah sekolah, terangkan pada guru bahwa ada gangguan penglihatan. Berikan stimulasi warna supaya bisa tetap bergaul dengan teman-teman sebayanya tanpa rasa rendah diri,” katanya.

Adli menegaskan tentunya para orang tua tak mau hanya karena masalah mata, perkembangan otak anak yang bagus menghambat perkembangannya. Di mana masa anak-anak adalah tahap melihat, menyentuh dan bereksplorasi.

“Jika katarak terjadi hanya masalah pada penglihatan, dengan terapi bisa. sembuh. Tapi jika masalahnya gangguan metabolik, bisa mengganggu pada saraf, otak dan lainnya. Karena itu tes harus dilakukan detail keseluruhan,” katanya.

Dugaan penyebabnya, kata Adli, bisa jadi karena infeksi virus rubella atau sindrom tertentu. Jika perempuan terinfeksi penyakit ini saat sedang hamil, risiko keguguran dapat meningkat (campak juga meningkatkan kemungkinan persalinan prematur).

Infeksi Rubella dapat menyebabkan cacat pada otak, jantung, mata seperti katarak, dan telinga pada bayi dan meningkatkan risiko keguguran dan stillbirth (bayi lahir mati).

Virus rubella atau campak Jerman ditandai dengan gejala seperti flu dan sering diikuti dengan ruam. Rubella juga dapat berbahaya pada kehamilan. Hingga 85 persen bayi dari ibu yang memiliki rubella pada trimester pertama mengalami cacat lahir yang serius, seperti kehilangan pendengaran, penglihatan, dan kecacatan intelektual.

 

 

Sumber: JawaPos 17 September 2017

Read More
sejarah palang merah indonesia

Sejarah Palang Merah Indonesia

Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873.Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indië (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.[2]

Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipelopori Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan ke dalam Sidang Konferensi Narkai pada 1940, akan tetapi ditolak mentah-mentah.

Rancangan tersebut disimpan menunggu saat yang tepat. Seperti tak kenal menyerah pada saat pendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk yang kedua kalinya rancangan tersebut kembali disimpan.

Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.

Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945, PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sebagai Hari PMI.

Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.

Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No 25 tahun 1950 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.

#yayasankatarakpeduli
#HariPMI
#YKP
#PMI

 

 

Sumber: Wikipedia

Read More
gibran putra asri welas

Gibran, Putra Asri Welas Derita Katarak Sejak Kecil

Putra Asri Welas, Rayyan Gibran Ridharaharja atau Ibran, yang baru saja menjalani operasi katarak akan mendapatkan perawatan khusus selain menggunakan kacamata plus 16.

“Ibran penglihatannya seperti nol bulan, artinya dia baru menerima cahaya kemudian pakai kacamata. Jadi kami ada treatment khusus. Ada banyak treatment yang harus kami kejar di lima bulan ini,” kata Asri ketika berbincang dengan wartawan di RSIA Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/9/2017), seperti dikutip dari KompasCom

“Nanti ada rehabilitasi medik juga sama dokter Luh untuk perkembangan motoriknya. Jadi nanti saya akan belajar dari dokter Luh. Di Indonesia ini ahli rehabilitasi medik masih sedikit, baru tujuh dokter. Jadi kayak gimana kita gendong bayi itu sangat penting untuk perkembangan otak. Jadi bayi di usia tiga bulan, lima bulan, jangan diperlakukan seperti bayi berusia satu bulan,” ujar pemilik nama asli Asri Pramawati ini.

“Saya banyak belajar juga. Nanti akan saya share di Instagram karena Ibran ini kan bukan delay ya, karena seharusnya bayi seusia segitu sudah bisa melihat sesuatu,” lanjutnya.

Di sisi lain, pemain film Cek Toko Sebelah ini menambahkan bahwa Ibran kini masih menggunakan obat tetes pada matanya.

“Obat tetes aja yang harus dipake tiga kali sehari. (Untuk pantangan) Enggak sejauh ini belum, karena kami lagi cek metabolik,” ujarnya.

“Dalam sebulan dia melakukan operasi dua kali, itu yang bikin dia ngedroop. Darah merah lebih rendah dari darah putih,” lanjutnya. Asri pun masih menunggu hasil penelitian dari Malaysia dan ia mengaku belum tahu kapan bisa mendapatkan hasil tersebut. Seperti Kabar sebelumnya bahwa Ibran sudah menjalani dua kali operasi dalam satu bulan pada kedua matanya yang menderita penyakit katarak.

 

Namun akhirnya Ibran bisa melihat kembali dengan bantuan kacamata. “Alhamdulillah, anakku akhirnya bisa melihat. Tapi pakai kacamata plus 16, tebel banget,” pungkas Asri.

Sumber: KompasCom

Read More

Operasi Katarak Gratis Kurangi Beban Pemerintah

Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero membuka Bhakti Sosial Operasi Katarak bagi pasien pra sejahtera secara gratis, di RSUD Dr. Achmad Diponegoro Putussibau, Jumat (8/9/2017).

Hadir juga Sekretaris Daerah Kapuas Hulu Muhammad Sukri, Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu dr H Harisson, Ketua DPRD Kapuas Hulu Rajuliansyah, dan beberapa para undangan lainnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Diskes Kapuas Hulu, Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), dan BCA.

Antonius menyatakan, kegiatan ini dirasakan sangat membantu Pemerintah Daerah, utamanya dalam segi anggaran.

Karena kalau harus dibebankan ke APBD, akan semakin menambah pengeluaran daerah.

“Kalau dirupiahkan kegiatan ini menghabiskan dana sekitar Rp 1 miliar, untungnya ini dilaksanakan secara gratis,” ujarnya kepada wartawan.

Wabup menuturkan, apalagi saat ini anggaran APBD Kapuas Hulu sudah dilakukan pemangkasan dari Rp 1,8 triliun menjadi Rp 1,6 triliun.

“Kita harap kepada organisasi, dan lembaga agar peduli dengan masyarakat kecill, dengan cara melakukan berbagai kegiatan sosial yang bersifat membantu meringankan beban masyarakat,” ucapnya.

Selain itu Antonius juga mengajak kepada masyarakat yang merokok untuk berhenti merokok. Uang membeli rokok gunakan untuk membayar iuran BPJS Kesehatan.

“Bila masyarakat sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan, artinya mereka sudah aman. Sebab bila penyakit datang menyerang, walaupun mereka tidak memiliki uang, mereka tetap bisa berobat dengan gratis di pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

 

Sumber: http:/pontianak.tribunnews.com/2017/09/08/operasi-katarak-gratis-kurangi-beban-pemerintah

Read More
HUT TNI adakan Operasi Katarak Gratis

HUT TNI Dirayakan Dengan Operasi Ribuan Warga Banten

Jelang hari ulang tahun ke-72 yang dilaksanakan 5 Oktober nanti di Banten, Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan berbagai rangkaian kegiatan bakti sosial. Hari ini, sebanyak 1.700 warga mengikuti operasi katarak di RSUd Banten.

Bakti sosial operasi katarak dilakukan mulai dari hari ini sampai 11 September 2017. Target yang akan dicapai yaitu 2.000 warga yang dioperasi . Pembukaan bakti sosial ini dipimpin langsung oleh Asisten Teritorial Panglima TNI, Mayjen Wiyarto.

Dalam pemaparannya, Wiyarto menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan rangkaian peringatan puncak HUT TNI ke-72 yang akan dilakukan nanti di Cilegon, Banten. Namun, sebelumnya ada berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat termasuk bakti sosial operasi katarak.

 

Selain itu, pada tanggal 22-24 September nanti, TNI akan melakukan perjalanan ke pulau-pulau di Banten menggunakan KRI Suharso. Di pulau-pulau sekitar Banten tersebut juga akan akan dilakukan bakti sosial sunatan massal, pengobatan umum, pemeriksaan gigi, pemberian alat pendengar dan kursi roda.

Menjelang puncak pada 28 September, bakti sosial akan dipusatkan di Dermaga Indah Kiat Cilegon. Rencananya Ibu Negara Iriana Jokowi akan datang berkunjung.

“HUT TNI kembali dilaksanakan di Banten. Di tanggal 28 September akan kita laksanakan secara terpusat,” kata Wiyarto di RSUD Banten, Kota Serang, Rabu (6/9/2017).

Wiyarto mengatakan, harapannya kepada masyarakat Banten agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bakti sosial yang dilakukan TNI. TNI siap menjemput warga Banten di pelosok-pelosok yang mengalami gangguan mata seperti katarak.

Sementara itu, Sekda Provinsi Banten Ranta Soeharta menyambut baik aksi bakti sosial menjelang HUT TNI yang dilakukan di Banten. Ada sekitar 1,8% dari 11 juta warga Banten menurutnya mengalami katarak.

“Angka katarak di Banten cukup tinggi. Ternyata di sini (angkanya) 1,8% , sama dengan angka nasional sebesar 1,8%,” kata Ranta.

 

Sumber: DetikCom

Read More

Rail Clinic PT KAI Dilengkapi Ruang Operasi Katarak

Rangkaian kereta api rail clinic terbaru segera dioperasikan PT KAI. Pengoperasionalan kereta ini melengkapi tiga rail clinic yang sudah ada di Indonesia. Dua di wilayah Sumatera dan yang satu di wilayah Jawa.

Rangkaian kereta ini beda dengan tiga rail clinic yang sudah ada. Sebab, yang terbaru ini dilengkapi dengan ruang operasi dan perpustakaan, sementara yang sebelumnya belum ada ruang operasi.

Masyarakat luas baru akan dikenalkan dengan kereta tersebut oleh perusahaan plat merah ini pada 29 September 2017 nanti. Kereta terbaru ini melengkapi kereta medis yang sudah ada sebelumnya.

“Ini sebenarnya rangkaian kereta api lama, tapi dimodifikasi lagi, diperbarui lagi dengan fasilitas yang lebih komplit,” tandas Wakil Kepala PT KAI Daop VI Yogyakarta, Ida Hidayati di Balai Yasa Yogyakarta, Selasa (5/9/2017).

Rail clinic terbaru terdapat empat gerbong. Beberapa fasilitas diantaranya pemeriksaan ibu hamil dan ruang menyusui, ruang laboratorium, ruang pemeriksaan gigi, ruang pemeriksaan umum seperti poli umum, ruang penyimpanan obat dan pelayanan obat, serta ruang untuk operasi ringan seperti operasi katarak.

 

“Ruang pemeriksaan lebih lengkap. Dokter dan juga dan para medis lebih banyak dari sebelumnya. Ada ruang baca, perpustakaan,” tandasnya.

Rail clinic sebelumnya, kata dia, gerbong dari kereta api lama yang juga dibangun kembali dengan menyesuaikan kebutuhan ruangan. Tentunya, gerbong itu juga ramah bagi pasien difabel maupun yang tidak.

“Pelayanan kesehatannya nanti juga lebih lengkap. Kereta ini akan dioperasikan di wilayah Jawa,” imbuhnya.

Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budianto mengatakan rangkaian rail clinic yang akan segera beroperasi semuanya dibuat di Balai Yasa Yogyakarta, bengkel kereta api. Eko mengaku bangga karena rangkaian itu dibuat sendiri putra-putri terbaik pegawai Balai Yasa Yogyakarta.

Eko menambahkan, rangkain kereta ini jiga bisa terlibat dalam pertolongan medis jika ada musibah kecelakan. Bahkan, rangkain ini pernah dipergunakan untuk aksi sosial saat terjadi bencana di Garut, beberapa waktu lalu.

“Rail clinic ini juga bisa untuk penyaluran bantuan makanan di daerah bencana. Jadi fungsi tidak hanya untuk klinik kesehatan saja, bisa beragam,” tandasnya.

Read More
mengenal mata silinder dan ciri cirinya

Mengenal Mata Silinder

Mata silinder merupakan salah satu jenis kelainan refraksi, dan diantara semua kelainan refraksi terdapat sekitar 15 persen penderita silinder.

Spesialis mata dr Sawitri Boengas SpM mengatakan, bila seseorang menjadi silinder, sinar yang masuk ke mata tidak jatuh di retina pada satu titik, pada kelainan mata lainnya terjadi di satu titik. ’’Terdapat dua jenis silinder. Pertama adalah silinder regular, pada jenis ini terdapat sumbu yang terkuat dan terlemah dalam kornea. Dan pada sumbu yang lemah bisa dikontrol menggunakan kacamata silinder,’’ paparnya.

Pada jenis kedua, yakni ireguler. Disebabkan oleh bentuk kornea atau bentuk lensa yang tidak beraturan. ’’Kalau yang ini dilihat dulu penyebab dari kornea atau lensa yang tidak beraturan itu,’’ tuturnya.

Terdapat banyak hal yang menyebabkan permukaan kornea dan lensa mata menjadi tidak rata. Pertama adalah yakni ketika mata menjadi katarak. Karena menjadi katarak adalah suatu proses, maka pada proses tersebut, biasanya permukaan lensa tidak akan rata. Hal tersebut lah yang membuat cahaya yang masuk menjadi pecah. ’’Biasanya terjadi pada jenis katarak insipien dan immature, kedua jenis ini bisa dibilang katarak yang ringan,’’ imbuhnya.

Kedua, yakni bila seseorang yang menderita sindrom mata kering atau dry eye. Karena mata kering menjadikan permukaan mata menjadi tidak rata. Air mata memang mempunyai tiga komponen yang membuat mata menjadi basah. Bila salah satu komponen fungsinya berkurang, maka bisa menjadi sindrom mata kering yang mempunyai potensi menjadi silinder jenis ireguler tersebut.

Ketiga adalah trauma pada kornea yang meninggalkan bekas luka berupa jaringan parut. Ditengarai bisa menjadikan silinder jenis ireguler. Misalnya pada saat lahir, terjadi desakan yang menyebabkan trauma pada korneanya, padahal mata adalah salah stau bagian yang sensitive pada bayi.

Selain itu, Sawitri juga menekankan, genetic merupakan faktor yang paling berpengaruh pada silinder. Karena bentuk bola mata seseorang merupakan turunan dari kedua orang tuanya. ’’Ini yang paling tidak bisa dihindari,’’ imbuhnya. (*)

Sumber: Jawa Pos, Sabtu 2 September 2017

Read More
penyakit-berbahaya-yang-bisa-terdeteksi-lewat-selfie

5 Penyakit Berbahaya yang Bisa Terdeteksi Lewat Selfie

Foto selfie kadang bisa bermanfaat selain untuk mengabadikan momen saja. Pada beberapa kasus, ada penyakit-penyakit yang bisa terdeteksi oleh selfie.

  1. Retinoblastoma adalah tumor kanker ganas yang menyerang lapisan retina di mata. Tanda dari kanker ini bisa muncul sebagai rona putih di mata ketika selfie diambil menggunakan cahaya flash. (Foto: Instagram/carlsbadeyecare)                                                                                    
  2. Tahi lalat dengan ciri-ciri tertentu bisa menjadi tanda kanker kulit. Ada banyak cerita orang-orang menyadari kemunculan tahi lalat ‘kanker’ ini setelah melihat hasil selfie. (Foto: Instagram/joanna_cook)
  3. Segala penyakit pankreas termasuk kanker akan menyebabkan penumpukan bilirubin terjadi pada tubuh. Bila itu terjadi kulit akan menguning termasuk pada bagian sklera mata. Nah sekelompok peneliti telah mengembangkan aplikasi yang bisa mendeteksi perubahan warna tersebut dari foto selfie. (Foto: Thinkstock)
  4. Sindrom DiGeorge adalah penyakit genetik langka yang menyebabkan berbagai kecacatan termasuk masalah jantung. Untuk membantu diagnosa, peneliti mengembangkan aplikasi deteksi fitur wajah yang bisa digunakan kamera smartphone. (Foto: Thinkstock)
  5. Ada beberapa aplikasi dan studi yang melihat selfie di media sosial dapat dipakai untuk mendeteksi tingkat depresi seseorang. Peneliti menyebut orang dengan tingkat depresi yang tinggi cenderung menggunakan filter dengan mayoritas warna biru, abu-abu dan warna gelap lain. (Foto: Thinkstock)

Sumber: Detik Health

 

Read More
Jangan Remehkan Sakit Mat

Jangan Remehkan Sakit Mata

Mata merupakan salah satu organ vital bagi manusia sehingga harus benar-benar dijaga dan dirawat. Bila terkena salah satu jenis sakit mata, hendaknya hal ini tidak diremehkan dan digampangkan karena bisa jadi hal ini menimbulkan suatu masalah yang lebih serius nantinya. Penyakit mata sendiri ada banyak sekali jenisnya yang mana ada yang disebabkan oleh kuman atau bakteri, virus, ataupun merupakan salah satu akibat dari faktor kesehatan tubuh secara umum. Tentu saja penanganan yang bisa dilakukan untuk masing-masing penyakit mata juga berbeda sesuai dengan penyebabnya.

 

Secara alamiah, mata sebenarnya sudah memiliki mekanisme untuk mengatasi masalahnya. Ketika mata terkena debu, mata akan berusaha untuk mengedipka berulang kali supaya debu tersebut bisa keluar dari mata. Namun demikian, ada juga beberapa masalah sakit mata yang tidak mampu diatasi oleh organ mata itu sendiri. Melakukan tindakan penanganan pertama seperti dengan memberikan obat tetes mata bisa dilakukan untuk membantu mencegah iritasi ataupun infeksi pada mata. Namun, ketika masalah ini ternyata juga tidak bisa diatasi dengan cara tersebut, menghubungi dokter mata sepertinya menjadi suatu solusi yang sangat masuk akal.

 

Ketika tiba-tiba penglihatan menjadi kabur, sebagian orang mungkin menyangka hal ini dikarenakan mata terlalu lelah ataupun ada benda asing yang masuk ke mata. Padahal, kondisi tersebut bisa saja akibat adanya penyakit katarak yang menyerang mata. Penyakit ini merupakan resiko dari banyak faktor termasuk faktor penuaan ataupun kesehatan. Orang yang menderita penyakit diabetes memiliki resiko besar terhadap penyakit katarak. Namun demikian, katarak bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Oleh karena itu, ketika muncul suatu gejala atau indikasi yang mengarah pasa suatu jenis penyakitmata, hal ini hendaknya tidak menjadi suatu yang diremehkan. Bagaimanapun mata merupakan jendela dunia sehingga ketika muncul sakit mata, hendaknya menanganinya dengan cara-cara yang benar dan tepat.

Read More