All posts by YKP

Bazma Pertamina Gelar Operasi Katarak Gratis

Yayasan Baituzzakah Pertamina (Bazma) bekerja sama dengan Pertamedika mengadakan operasi katarak massal gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, Sabtu (23/12). Operasi katarak gratis yang dilaksanakan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP)  tersebut diikuti oleh 100 masyarakat kurang mampu penderita katarak.

Acara  dibuka oleh Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Gigih Prakoso, Ketua  Bazma Susilo, Direktur RSPP Haris Tri Prasetyo, dan Direktur Operasi & Transformasi PT Pertamina Bina Medika IHC  Kamelia Faisal.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian para Pekerja Pertamina dengan dana zakat yang disalurkan melalui Bazma. kedepan program-program serupa akan terus kita gulirkan untuk terus memperluas jangkauan menerima manfaat,” ujar Susilo.

Sementara itu, Direktur PIMR Pertamina Gigih Prakoso mengapresiasi kegiatan sosial yang diadakan Bazma.  “Semoga kegiatan sosial ini tetep berjalan untuk tahun- tahun ke depan, dan kerja sama yang baik dari semua instansi terkait dapat dirasakan masyarakat secara langsung,” ujar Gigih.

Salah satu peserta penerima bantuan operasi katarak, Wawan, mengungkapkan kebahagiaannya. Menurutnya, berkat operasi katarak gratis, ia akan kembali beraktivitas sehari-hari dengan lebih produktif,” kata Wawan.

 

Sumber: Republika

Read More
operasi katarak kelopak mata

Kodam Tanjungpura Lakukan Operasi Katarak

Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura bekerja sama dengan Kemenkes dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menggelar Bhakti Sosial berupa Operasi Katarak. Bhakti sosial yang dilaksanakan di Rumah Sakit TK II Kartika Husada, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, digelar dalam rangka Hari Juang Kartika yang jatuh pada 15 Desember mendatang.

Bhakti sosial operasi katarak secara gratis yang dilakukan mulai 12 hingga 14 Desember 2017. ” Operasi katarak ini untuk membantu masyarakat umum, khususnya bagi yang kurang mampu dan mengalami gangguan penglihatan akibat katarak,” kata Kepala Penerangan Daerah Militer(Kapendam) XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Tri Rana Subekti SSos  dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu(13/12).

Untuk kegiatan operasi katarakgratis di wilayah Kubu Raya, Pontianak, Mempawah, dan Singkawang, operasi dilakukan di Rumah Sakit Kartika Husada. Karena, Kodam XII/Tanjungpura membawahi dua Provinsi yaitu Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kedua provinsi itu melaksanakan kegiatan yang sama baik yang di Korem 121/Alambhana Wanawwai maupun di Korem102/Panju Panjung,” kata Tri.

Selain operasi katarak Kodam XII/Tanjungpura melaksanakan kegiatan yang lainnya yaitu donor darah, khitanan massal, pengobatan massal, santunan warakawuri atau pensiunan pejuang. ” Juga ada karya bakti, di antaranya melakukan pembersihan lingkungan satuan, tempat ibadah, bedah rumah dan penghijauan, serta pemberian sembako,” ujar Tri.

Pendaftar kegiatan ini sudah mencapai ratusan orang. Namun, yang sudah siap operasi hingga berita ini diturunkan sebanyak 34 orang dan sudah melaksanakan proses screening ulang. “Pasien akan bertambah, kan masih banyak yang dalam proses screening. Kita berdoa bersama agar prosesdari awal hingga akhir selalu ada pada lindungan-Nya,” katanya.

Read More
Cekmata.com, Aplikasi Pendeteksi Katarak, Tujuan Sosial Bonus Juara

Aplikasi Pendeteksi Katarak, Tujuan Sosial Bonus Juara

Dengan bangga, mereka menunjukkan aplikasi cekmata.com saat berkunjung di redaksi Jawa Pos Rabu (13/12). Sambil memberikan penjelasan, Caesar Lagaliggo Givani dan Ivan Sinarso mempraktikkan cara kerja aplikasi yang dapat digunakan siapa pun secara cuma-cuma itu.

Caesar lantas membuka cekmata.com pada handphone-nya. Kali ini Ivan menjadi objek yang matanya diperiksa. ”Caranya mudah,” ungkap Caesar.

Setelah berhasil masuk ke aplikasi, sistem secara otomatis langsung terhubung dengan kamera. Itu untuk memotret mata pasien. Pria 25 tahun tersebut memosisikan kamera ke mata kanan Ivan. ”Yang difoto hanya mata. Ada pengarahnya agar posisinya dapat sesuai,” jelas Caesar.

Jepret. Satu kali hasil foto mata itu selanjutnya langsung dianalisis oleh sistem dalam aplikasi. Penggunanya cukup menunggu beberapa detik. Setelah itu, muncul laporan analisis kondisi mata. Pasien menderita katarak atau tidak. ”Ivan matanya sehat. Jadi, muncul tulisan pasien tidak menderita katarak,” kata Caesar. Demikian juga sebaliknya. Kalau mata pasien sakit, pasti muncul laporan adanya katarak.

Diagnosis katarak atau tidak itu merupakan hasil kerja artificial intelligence (kecerdasan buatan) yang digunakan pada cekmata.com. Tentu tidak mudah untuk menghasilkan analisis seperti yang dilakukan manusia. Butuh data sebanyak-banyaknya untuk dimasukkan terlebih dulu dalam sistem. Itu akan membantu sistem agar bisa makin akurat dalam menganalisis pasien katarak.

Semakin banyak data yang dimasukkan, analisis aplikasi kian akurat. ”Kalau sekarang, tingkat akurasi sistem kami mencapai 80 persen,” jelasnya.

Capaian itu diperoleh Caesar dkk setelah memasukkan data kondisi mata ribuan orang. ”Masih kurang banyak sampai benar-benar 100 persen,” sahut Ivan.

Sebelumnya mereka menggunakan cekmata.com untuk memeriksa penderita katarak dari berbagai kota di Jawa Timur. Selain Surabaya, mereka berkeliling ke Kediri, Lumajang, Mojokerto, dan Malang. Riset itu dilakukan sejak September. Kebetulan Caesar adalah dokter di RSUD dr Soetomo. Dia saat ini sedang menjalani program profesi dokter spesialis (PPDS). Karena itu, dia dapat melakukan kerja sama dengan beberapa rumah sakit daerah dan dokter-dokter di sana untuk mengembangkan aplikasi ciptaannya.

Sampai saat ini pun, mereka masih rutin keliling ke rumah sakit maupun puskesmas untuk memeriksa katarak dengan aplikasi. Sedangkan Ivan adalah mahasiswa International Business Management (IBM) di Universitas Ciputra. Dengan begitu, dia bertugas mengatur pemasarannya.

Satu lagi, Sylvester Albert Samadhi, adalah dosen teknologi informasi (TI) di Universitas Ciputra. Pria lulusan Nanyang Technological University (NTU), Singapura, itu mengambil alih utak-atik sistem dalam aplikasi. ”Kami kenal dan dekat sejak SMA. Tidak menyangka juga bisa melengkapi satu sama lain dengan misi yang sama,” ungkap Caesar.

Alumnus Fakultas Kedokteran Unair itu lantas menceritakan pengalaman mereka saat melakukan riset. Salah satunya di Kediri. Saat itu mereka mengikuti program bakti sosial pemeriksaan katarak secara gratis. Dari 230 orang yang diperiksa, 180 orang terdeteksi memiliki katarak. ”Seram banget, ya. Sayang sekali kalau dibiarkan saja,” jelas pria kelahiran Samarinda, 25 Maret 1992, itu.

Ada pasien yang percaya, ada pula yang awalnya sempat ragu dengan hasil laporan pada aplikasi. Ternyata, saat dirujuk ke dokter, pasien itu memang menderita katarak. ”Tidak masalah. Ini menjadi bagian membangun kualitas aplikasi kami,” ujar Caesar.

Menurut Caesar, katarak dapat disembuhkan kalau sudah diketahui sejak dini. Sebaliknya, apabila dibiarkan saja, katarak dapat mengakibatkan kebutaan. Karena itulah, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata sangat penting.

”Sayangnya, banyak yang tidak peduli. Datang-datang ke dokter, sudah parah,” terang Caesar. Terlebih lagi, gangguan pada lensa mata itu tidak menyebabkan rasa sakit. Itulah yang menjadi alasan pasien sering mengabaikan.

Dengan aplikasi yang dapat digunakan siapa pun dan di mana saja itu, tiga sahabat alumnus SMAK St Louis 1 tersebut berharap karya mereka bisa membantu mengurangi jumlah pasien katarak di mana saja. Terlebih di Indonesia. ”Ayo peduli dengan katarak. Jangan diabaikan,” tegas Ivan. Aplikasi itu dapat digunakan sebagai pengantar untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Sejatinya, mereka menciptakan platform online itu untuk tujuan sosial. Tidak ada embel-embel mencari keuntungan. Namun, tanpa disangka, cekmata.com mendapatkan juara pertama kategori e-health tingkat nasional dalam kompetisi start-up.

Ajang tersebut diselenggarakan Telkomsel pada November. Mereka pun berhasil mendapat total hadiah Rp 7 miliar. ”Hadiahnya berupa uang tunai dan pelatihan,” kata pria kelahiran Mataram, 28 Desember 1996, tersebut. Awal tahun depan mereka juga mengikuti pelatihan terkait aplikasi di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Penghargaan tersebut merupakan salah satu bonus yang dirasakan dari hasil kerja keras mereka. Meski begitu, mereka tidak mau terlena. Mereka tetap pada prinsip awal. Pembuatan aplikasi itu tidak sekadar untuk kompetisi. Tapi, membantu para penderita katarak.

Saat ini mereka terus berupaya mengembangkan cekmata.com. Selain menambah data secara terus-menerus sampai akurasi 100 persen, kualitas pun ditingkatkan. Salah satunya dengan analisis katarak secara lebih detail lagi. Bukan sekadar diketahui katarak atau tidak, nanti pengguna dapat mengetahui tingkat keparahannya.

Selain itu, mereka ingin mengembangkan aplikasi dalam bentuk offline. Dengan begitu, siapa pun dapat menggunakannya tanpa butuh jaringan internet. Itu, menurut Ivan, sangat membantu masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

Pasien juga nanti dapat terhubung langsung dengan dokter. Karena itu, saat ini mereka berupaya menjalin kerja sama dengan para dokter untuk ikut dalam aplikasi. ”Jadi, nanti pasien dapat rujukan ke mana dokter yang sesuai,” ungkap Ivan.

Read More
Happy World Tree Day 2017

Sejarah Hari Pohon Sedunia

Hari Pohon Sedunia jamak dikenal dan diperingati tiap tanggal 21 Nopember di seluruh dunia. Meski ada beberapa tempat yang memperingati Hari Pohon di waktu yang lain, intinya peringatan ini ingin memberi pengetahuan dan penyadaran akan sangat berharganya pohon bagi kehidupan.

Peringatan Hari Pohon sedunia juga merupakan momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya peran dan fungsi pohon bagi kehidupan makhluk hidup di bumi.

Dampak pemanasan global bagi bumi ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, terlebih dengan semakin banyaknya hutan yang gundul akibat penebangan pohon secara liar. Padahal fungsi pohon sangat penting untuk menyerap gas CO2, maupun gas beracun lainnya di udara. Selain itu keberadaan pohon mampu menghasilkan Oksigen atau O2, yang merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk di bumi.

Pentingnya menanam pohon bagi kelangsungan hidup di bumi, diwujudkan dalam bentuk aksi membagi bibit tanaman maupun gerakan menanam pohon, oleh para aktivis pecinta lingkungan, maupun para pelajar.

Apa saja yang menarik dan penting bagi kita sehingga begitu banyak orang sekuat tenaga menjaga dan melestarikan pohon. Berikut beberapa poin fakta pohon yang menakjubkan yang saya koleksi dari beberapa sumber :

1) Sebuah pohon ukuran rata-rata menghasilkan cukup oksigen dalam satu tahun untuk menjaga keluarga beranggotakan empat orang untuk bernapas dengan nyaman.

2) Tiga pohon yang ditanam di tempat yang tepat di sekitar bangunan dapat menghemat biaya AC sampai 50 persen.

3) Pohon meningkatkan nilai properti. Rumah dikelilingi oleh pohon bisa terjual 18-25 persen lebih tinggi dari rumah tanpa pepohonan.

4) Pohon menghasilkan pekerjaan dan memberi kontribusi bahan baku untuk bangunan, surat kabar, buku dan lebih dari 15.000 produk hutan lainnya. Pohon dapat diperbaharui, dapat terurai secara biologi dan dapat didaur ulang. Kayu bisa diolah lebih lanjut menjadi produk seperti vitamin, plastik, rasa vanila, film fotografi, pasta gigi dan obat-obatan.

5) Dengan penanaman 20.000.000 pohon, akan tersedia 260.000.000 ton lebih oksigen bagi bumi dan penduduknya. Pohon sebanyak itu akan menghapus 10 juta ton CO2.

6) Pohon menyediakan tempat berlindung dan makanan bagi satwa liar seperti burung, tupai, dan serangga. Pohon-pohon berukuran pendek menyediakan makanan dan pelindung untuk mamalia yang lebih besar, seperti musang dan rusa.

7) Pohon membuat orang merasa lebih baik. Pekerja lebih produktif ketika mereka melihat pohon-pohon di sepanjang rute perjalanan mereka dan dari jendela kantor mereka.

8) Pasien di Rumah Sakit yang memiliki pemandangan pohon akan lebih cepat sembuh, menggunakan obat nyeri lebih sedikit, dan meninggalkan rumah sakit lebih cepat dibandingkan pasien dengan pemandangan dinding bata. Pasien dengan pemandangan pohon menghabiskan hari 8 persen lebih sedikit di rumah sakit.

9) Konsumen bersedia untuk menghabiskan lebih banyak uang di komplek perbelanjaan yang terdapat banyak pohon. Mereka bersedia membayar lebih untuk produk yang dibeli di sebuah komplek perbelanjaan dengan pepohonan. Mereka pembeli yang sama juga mengatakan mereka bersedia untuk tinggal lebih lama di sebuah komplek perbelanjaan dengan pepohonan.

10) Pohon yang berada di lingkungan kita akan membuat kita santai, denyut jantung yang lebih rendah, dan mengurangi stres.

 

Selamat Hari Pohon, 21 Nopember 2017. “Rawatlah aku untuk kehidupan yang lebih baik”

Read More
Sejarah Hari Diabetes Sedunia

Sejarah Hari Diabetes Sedunia

Hari Diabetes Sedunia adalah kampanye kesadaran global yang terhadap diabetes mellitus dan diadakan setiap 14 November.

Diselenggarakan oleh Federasi Diabetes Internasional (IDF), setiap Hari Diabetes Dunia berfokus pada sebuah tema yang berkaitan dengan diabetes, yang merupakan penyakit tidak menular yang dapat dicegah dan diobati dan mengalami peningkatan pesat di seluruh dunia.[1] Topik yang dibahas termasuk diabetes dan hak asasi manusia, diabetes dan gaya hidup, diabetes dan obesitas, diabetes pada mereka yang kurang beruntung dan rentan, dan diabetes pada anak-anak dan remaja. Saat kampanye berlangsung sepanjang tahun, hari itu sendiri menandai ulang tahun dari Frederick Banting yang, bersama dengan Charles Best dan John James Rickard Macleod, pertama mengagas penemuan insulin pada tahun 1922.
Sejarah

Hari Diabetes dunia dirayakan pertama kalinya pada 1991 oleh IDF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menyikapi peningkatan pesat diabetes di seluruh dunia.

Pada tahun 2016, Hari Diabetes Dunia dirayakan oleh lebih dari 230 anggota asosiasi IDF dari lebih 160 negara dan wilayah, serta dengan organisasi-organisasi lain. seperti;perusahaan, profesional kesehatan, politisi, selebriti, dan orang-orang yang hidup dengan diabetes dan keluarga mereka. Kegiatan meliputi skrining diabetes, program-program radio dan televisi kampanye, acara olahraga, dan lain-lain.

#WorldDiabetesDay
#yayasankatarakpeduli

Read More
Berbagai Informasi Mengenai Katarak

Kerajaan Kuwait Bantu Operasi Katarak 600 Warga Bandung

Kerajaan Kuwait, melaluiYayasan Baitul Al Khairiyah yang bergerak dalam bidang kepedulian sosial menggelar operasi katarak gratis untuk masyarakat miskin di Kota Bandung dan daerah Jabar lainnya.

Menurut Direktur Utama Yayasan Baitul Al-Khairiyah, Nadya Abdu Sodiq Bawazier, targetnya ia bisa mengoperasi mata masyarakat miskin yang menderita katarak sebanyak-banyaknya. Tahap awal, sekitar 600 masyarakat miskin. Namun, ia masih terus mencari dan mendata masyarakat miskin yang memang harus dibantu.

“Tapi, ini yang kami operasi baru sekitar 150 orang,” ujar Nadia di sela-sela operasi katarak gratis di Bandung Eye Center Buah Batu Bandung, Rabu (22/11).

Menurut Nadia, Kuwait memberikan bantuan untuk masyarakat miskin yang terkena katarak karena berdasarkan Survey cepat kebutaan (Rapid Assesment of Avoidable Blindness/RAAB) yang dilaksanakan di Jawa Barat pada 2014 diperkirakan terdapat 2,8 persen penduduk di atas usia 50 tahun mengalami kebutaan.

Nadia mengatakan, berdasarkan data kependudukan Jabar pada 2015, jumlah penduduk penderita kebutaan mencapai sekitar 182.486 jiwa. Katarak, merupakan penyebab terbesar dari kasus kebutaan yang terjadi atau mencapai 71 persen dari penyebab lain seperti glaucoma dan gangguan kacamata.

Khusus Kota Bandung, kata dia, diperkirakan penderita kebutaan mencapai 11.690 jiwa, dengan sekitar 8.300 disebabkan oleh katarak. “Sebagian besar dari penderita katarak adalah kaum dhuafa alias tidak mampu,” katanya.

Hal ini, kata dia, menjadi masalah, karena secara tidak langsung, mereka menjadi beban bagi keluarga. Karena, mata pencahariannya bisa menghilang. Karena, harus menemani penderita di rumah sehingga potensi sumber penghasilan keluarga berkurang.

“Kali ini kami menggandeng Kuwait AWQAF Public Foundation dan RFO Al Mayyas Kuwait untuk mengadakan operasi katarak gratis ini,” kata Nadia.

Dengan bersinerginya pemerintah kota Bandung dan kerajaan Kuwait, Nadya berharap upaya ini turut mendukung Badan Kesehatan Dunia, WHO, yang telah mencanangkan program Vision 2020 sebagai usaha untuk menanggulangi kebutaan yang bisa dicegah.

Sebelum dilakukan operasi, kata dia, para relawan mendata pasien yang diindikasikan terkena katarak terlebih dahulu. Setelah itu Tim Dokter Bandung Eye Center (BEC) melakukan penapisan (skrinning) untuk mendapatkan pasien penderita katarak yang memenuhi kelayakan operasi.

Pendataan dan proses skrinning ini, kata dia, bekerja sama dengan kecamatan di Kota Bandung. Pendataan pasien penderita katarak telah dilakukan sejak bulan September 2017 meliputi beberapa kecamatan di antaranya Arcamanik, Ujungberung,Rancasari, Cibeunying Kidul, Andri, Astana Anyar, Bojongloa Kidul, Babakan Ciparay, Bandung Kulon, Bojongloa Kaler, Kiaracondong, Buahbatu, serta satu kelurahan di Kabupaten Bandung, yakni Kelurahan Manggahang.

Sementara menurut Perwakilan Kedutaan Besar Kuwait, Mr Musaad Saad Al Rakhis, pemerintah Kuwait akan terus membantu masyarakat miskin di Indonesia. Karena, ia melihat masih banyak masyarakat miskin yang harus dibantu.

“Kami membantu bukan hanya karena di Indonesia banyak muslimnya. Tapi, yang non muslim juga akan kami bantu,” katanya.

 

Sumber: Republika

Read More
Konsumsi Suplemen Bisa Berujung pada Katarak

Konsumsi Suplemen Bisa Berujung pada Katarak

Di Indonesia, penyebab kebutaan nomor satu adalah katarak, disusul oleh kelainan refraksi dan glaukoma. Hal ini diungkapkan oleh dr Rita Polana, SpM dalam acara diskusi kesehatan mata yang digelar oleh RS Pondok Indah Group di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Untuk DKI Jakarta saja, statistik menunjukkan bahwa 50 persen dari masyarakat telah terkena katarak pada usia 50 tahun-an, ujar Rita.

Katarak, menurut dr Iwan Soebijantoro, SpM seperti yang dikutip oleh Kompas.com 9 September 2017, sebetulnya tidak dapat dicegah atau diperlambat karena merupakan proses degeneratif.

Akan tetapi, Rita melihat bahwa kebanyakan kasus katarak dini di DKI Jakarta terjadi karena komplikasi obat, seperti suplemen dan obat-obat tulang, yang mengandung steroid.

“Ada beberapa suplemen yang mengandung steroid. Itu bisa bikin katarak dan tekanan bola mata meningkat yang berujung pada glaukoma,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia pun menyarankan untuk tidak mengonsumsi suplemen lebih dari tiga bulan. “Tiga bulan itu sudah berdampak, tapi metabolisme orang itu beda-beda ya,” katanya.

Daripada mengonsumsi suplemen, Rita lebih merekomendasikan mengonsumsi vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh secara langsung dari makanan.

“Kalau pasien sudah berusia 40 tahun atau lebih, kurangi karbohidrat dan perbanyak buah. Sebab, di usia tersebut, hormon pertumbuhan sudah menurun. Yang mati selnya 60 persen, yang diganti cuma 40 persen. Sayur dan buah itu mengandung vitamin yang dibutuhkan untuk mengganti sel,” katanya.

Selain itu, Rita juga berpesan untuk menggunakan topi dan kacamata hitam yang dapat menangkal sinar ultraviolet ketika berada di luar ruangan di atas pukul 10.00.

Jika Anda sudah menginjak usia 50 tahun, mulailah untuk memeriksakan mata ke dokter spesialis mata, terutama ketika gejala-gejala katarak mulai terlihat. Gejala-gejala tersebut, termasuk pandangan menjadi buram atau sinar terlihat pecah ketika malam sehingga sulit fokus.

 

http://sains.kompas.com/read/2017/10/07/190500523/hati-hati-konsumsi-suplemen-bisa-berujung-pada-katarak

Read More
selamat hari dokter nasional ykp

Sejarah Hari Dokter Nasional 24 Oktober

Selamat Hari Dokter Nasional “24 Oktober 1950, Dr. Soeharto menghadap notaris untuk memperoleh dasar hukum berdirinya perkumpulan dokter dengan nama Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Sejak saat itu, tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari lahirnya Ikatan Dokter Indonesia.”

Read More
pengaruh diabetes terhadap penglihatan

Ternyata Ini 8 Faktor Pemicu Perkembangan Katarak

lensa di dalam mata bekerja seperti lensa kamera yang memusatkan cahaya ke retina untuk penglihatan yang jernih. Peran lensa mata sendiri adalah memfokuskan cahaya yang yang masuk ke mata untuk menghasilkan gambar jernih dan jernih pada retina yang seharusnya menghasilkan penglihatan yang jelas.

1. Lensa kebanyakan terbuat dari air dan protein. Dimana protein diatur dengan cara yang tepat agar lensa tetap bersih dan membiarkan cahaya melewatinya. Namun seiring bertambahnya usia, beberapa protein bisa berkumpul bersama dan mulai melapisi area kecuali lensa. Inilah proses pembuatan katarak terjadi dan saat katarak terbentuk, ia menyebarkan cahaya yang memicu pada penglihatan kabur, kontras terbatas dan sejumlah gejala gangguan penglihatan lainnya.
Telah diungkap ternyata ini beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang terkena penyakit katarak, WASPADA DARI SEKARANG YUK

2. Usia adalah penyebab paling umum dari katarak. Protein lensa mengalami denatur dan terdegradasi dari waktu ke waktu. Proses ini dapat dipercepat dengan adanya suatu kondisi tertentu seperti diabetes dan hipertensi. Faktor lingkungan, termasuk racun, radiasi dan sinar ultraviolet , memiliki efek kumulatif yang diperparah oleh hilangnya mekanisme protektif dan restoratif akibat perubahan ekspresi gen dan proses kimia di dalam mata.

3. Trauma tumpul menyebabkan pembengkakan, penebaln dan pemutihan pada serat lensa. Pembengkakan biasanya hilang dengan sendirinya, namun warna putih di mata kemungkinan tetap ada. Pada trauma yang parah seperti terjadnya luka yang sampai menembus mata, kapsul tempat lensa duduk bisa berisiko rusak. Kerusakan ini kemungkinan cairan dari bagian lain mata untuk memasuki lensa yang menyebabkan pada pembengkakan dan kemudian memutih yang akhirnya menghalangi cahaya dari mencapai retina di bagian belakang mata. Pada trauma tumpul juga bisa mengakibatkan katarak berbentuk bintang atau kelopak mata.
Radiasi, dimana cahaya ultraviolet khususnya UVB telah terbukti termasuk faktor yang menyebabkan katarak. Beberapa bukti telah ditunjukan kacamata hitam yang dikenakan pada usia dini dapat memperlambat perkembangan mata di kemudian hari. Radiasi gelombang mikro juga telah ditemukan menyebabkan katarak

4. Genetika, dimana paling umum hal ini terjadi melalui mekanisme yang melindungi dan merawat lensa. Terjadinya katarak pada masa kanak-kanak, mereka dapat disebabkan oleh adanya sindrom tertentu. Contoh kelainan kromosom yang terkait dengan katarak sindrom penghapusan, sindrom cri-du-chat, sindrom Down, sindrom Patau, trisomi 18 ( sindrom Edward) & sindrom Turner. (* Manfaat ramuan teh hijau untuk penyakit katarak

5. Penyakit kulit dan lensa memiliki asal embriologis yang sama sehingga bisa terkena penyakit serupa. Mereka yang menderita dermatitis atopik dan eksim terkadang mengalami ulkus katarak ulat. Ichthyosis adalah kelainan resesif autosomal yang terkait dengan katarak runcing dan sklerosis nuklir.

6. Merokok dan alkohol termasuk kebiasaan pola hidup yang tidak sehat, dimana merokok telah terbukti melipatgandakan tingkat katarak subkapsular posterior.

7. Vitamin C yang tidak adekuat, dimana asupan vitamin C yang rendah dan kadar serum tekah dikaitkan dengan tingkat katarak yang lebih tinggi.

8. Obat-obatan seperti kortikosteroid sistemik, topikal, atau inhalasi, dapat meningkatkan risiko pengembangan katarak. Jenis kortikosteroid paling sering menyebabkan katarak subkapsular posterior. Orang dengan skizofrenia sering memiliki faktor risiko kecemerlangan lensa (seperti diabetes, hipertensi dan gizi buruk), namun obat antipsikotik tidak mungkin berkontribusi pada pembentukan katarak.

Itulah sedikit informasi mengenai kondisi risiko penyakit katarak, semoga artikelnya bermanfaat dan lekas sembuh..

Sumber: https://kumparan.com/herna-ismayanti/ternyata-ini-8-faktor-pemicu-perkembangan-katarak-terjadi-1508988139925#L0DpjjgkVgZUf1uV.99

Read More
operasi katarak kelopak mata

Bikin Kelopak Mata untuk Hafizh

Muhammad Hafizh Ahza Ibad, bocah pemilik tanda lahir sebagian di wajah ( giant hairy

kembali masuk kamar operasi RSAL dr Ramelan kemarin (3/10). Dengan didampingi sang ayah, Serda Mustiamin, bocah berusia dua tahun itu harus menjalani pembuatan kelopak mata baru.

Kemarin ketika tim dokter membaringkannya di ranjang, tangisnya langsung pecah. Namun, Mustiamin berupaya menenangkannya. Operasi itu perlu dilakukan lagi karena kulit di pipinya mengalami pengerutan. Akibatnya, kelopak mata kiri bagian bawah tertarik.

Dampaknya, Hafizh tidak dapat menutup mata kirinya dengan sempurna

Sebab, kelopak mata bagian bawahnya tertarik keluar. Untuk menangani hal tersebut, tim dokter lantas melakukan tindakan.

Kulit mengalami kontraksi, akibatnya ikut tertarik,” ujar dr Bambang Wicaksono SpBP-RE, dokter yang menangani Hafizh.

Hal itu, lanjut dia, merupakan sifat normal dari kulit graft. Sebelumnya, dokter mengambil kulit paha Hafizh, lalu dipasangkan di pipi bocah berusia dua tahun tersebut. Karena itu, Bambang melakukan operasi untuk mem be rikan kelonggaran pada bagian yang mengerut tersebut.

Operasi kemarin dilakukan dengan membuat sayatan sepanjang 2 cm pada kelopak mata kiri bagian bawah. Tujuannya, memasangkan kulit baru dengan kulit asli. Tindakan tersebut lantas menghasilkan celah selebar 0,5 cm. Celah itulah yang kemudian ditutup dengan kulit baru. Bambang mengambilnya dari lipatan paha kiri Hafizh. Untuk menghindarkan kontraksi berulang, Bambang menutup mata kiri Hafizh. Sementara matanya ditutup sampai tempelan kulit menyatu sempurna,” ujarnya.

Meski demikian, Bambang optimistis kontraksi tidak akan terjadi kembali. Menurut dia, setelah tindakan penambahan kulit, kontraksi jarang terulang kembali.

Karena hanya tindakan sederhana, operasi pun tidak berlangsung lama. Dalam waktu sejam saja, Bambang dan tim sudah tuntas membuatkan kelopak bawah baru untuk Hafizh. Sementara itu, bagian kulit paha yang diambil hanya dijahit.

Dengan tindakan tersebut, Hafizh diharapkan bisa kembali pulih dalam waktu seminggu. Dalam kurun waktu itu, Bambang memprediksi bahwa kulit tambahan sudah menyatu sempurna. Namun, selama seminggu itu pula, mata kiri Hafizh harus tertutup sementara.

Bambang menjelaskan, perkembangan Hafizh bagus. Apalagi, kulit baru yang dipasangkan di bagian telinga dan pipi sudah sama rata. Kulit baru di bagian hidung dan pipi masih mengalami beda ketinggian. Itu nanti tinggal dirapikan di akhir, setelah mantap semua,” terangnya.

Sementara itu, adanya rambutrambut halus di bagian kulit baru Hafizh, Bambang memastikan bahwa hal tersebut hanya sisa dari kondisi sebelumnya. Memang, kulit graft terdapat bulu-bulu halus yang tumbuh. Meski demikian, Bambang menjamin rambut tebal yang dulu sempat tumbuh di wajah Hafizh tidak akan ada lagi.

Sumber: Jawapos 4 Oktober 2017

Read More